Peradaban dan Agama yang Berkuasa Menjelang Kelahiran Islam

  1. Imperium Romawi Timur (Byzantium)

Imperium Romawi Timur dikenal dengan imperium Byzantium. Imperium ini dulu sempat menguasai beberapa negeri, diantaranya : Yunani, Balkan, Asia, Syria, Palestina, Laut Tengah, Mesir, dan seluruh Afrika Utara. Ibukotanya Konstatinopel. Ia dikenal dengan imperium tiran yang sangat kejam. Rakyat dibawah kekuasaannya diberlakukan dengan sangat kejam, zalim, dan keji. Pajak yang dibebankan kepada mereka sangat tinggi. Pertikaian dan kerusuhan kerap terjadi. Secara umum, pola kehidupan mereka hanya dipenuhi dengan hura-hura, hedonisme, mengumbar nafsu, kemewahan, dan kesenangan belaka.

Mesir menjadi sasaran intimidasi agama dan kesewenang-wenangan politik. Mesir dijadikan sapi perah yang susunya bebas dinikmati para penguasa Imperium Romawi. Sedangkan di Syria, pratik kezaliman dan perbudakan merajalela. Para penguasa Imperium Romawi memberlakukan rakyat Syria dengan menggunakan kekuatan dan pemaksaan. Yang berlaku disana adalah hukum rimba, sama sekali tidak ada belas kasihan terhadap rakyat kecil.banyak penduduk Syria yang menjual anak-anaknya demi melunasi hutang mereka.

Kehidupan sosial masyarakat Romawi sangatlah kontradiktif. Disatu sisi, kecendrungan hidup beragama dikalangan mereka sangat menonjol, banyak diantara mereka yang lebih memilih menjadi biarawan, bahkan kecendrungan ini menjalar hingga ke pedalaman negeri. Banyak dari kalangan rakyat biasa yang ikut terjun dalam kajian keagamaan yang cukup intens dan tak jarang mereka terlibat dalam diskusi-diskusi keagamaan. Namun disisi lain mereka gila kemewahan, senang berhura-hura, dan suka bermain-main. Disana ada berbagai arena permainan yang bisa menampung hingga 8000 penonton. Tontonan yang disuguhkan berupa adu kekuatan antara manusia atau manusia dengan hewan. Mereka menyukai keindahan fisik, tapi disisi lain mereka cinta kekerasan dan kebiadaban. Permainan mereka tak jarang menumpahkan darah dan bernuansa kebuasan. Gaya hidup para pembesar dan penguasa Byzantium hanyalah berkelakar, berfoya-foya, berkomplot, basa-basi yang berlebihan, berbuat jahat, dan terbiasa dengan praktik kotor.

  1. Imperium Persia (Sasanide)

Imperium Persia atau Kisra lebih besar dan lebih megah dibandingkan Imperium Romawi Timur. Disana banyak sekali aliran agama yang sesat, seperti Zoroaster dan Al-Maniyah, salah satu keagamaan yang didirikan Al-Mani di permulaan abad ketiga Masehi. Kemudian ada lagi Mazdakisme yang muncul pada permulaan abad kelima Masehi. Diantara ajaran Al-Muzdakia adalah para penguasa berhak berbuat apapun, yang mana menimbulkan protes dari rakyat kecil. Perampokan kerap terjadi dimana-mana. Para penguasa—dengan dalih ajaran ini—menangkap dan memenjarakan kaum wanita.mereka menguasai seluruh kekayaan dan tanah milik rakyat. Kursi para penguasa imperium kala itu didapatkan secara turun-temurun (Monarki). Para petani dan rakyat jelata dijadikan umpan di setiap peperangan mereka yang ganas melawan imperium romawi, musuh bebuyutannya yang sudah bertahun-tahun.

  1. Hindu

Para sejarawan sepakat, bahwa masa terjadinya degradasi dan dekadensi, baik dari aspek keagamaan, moral, sosial, maupun politik, terjadi mulai abad keenam Masehi. Praktik asusila nyaris merata dimana-mana, bahkan hingga ke tempat-tempat ibadah. Kaum wanita tidak memiliki harga diri dan dipandang sangat rendah. Disana juga terdapat tradisi membakar seorang wanita tatkala dia ditinggal mati suaminya. Dalam struktur masyarakatnya, India sangat dikenal dengan tradisi perbedaan kelas atau kasta. Pembagian kasta tersebut berkiblat pada undang-undang sipil politik-agama yang dibuat oleh para pakar hukum India yang cukup mumpuni di bidang agama. India lebih senang hidup terisolir dengan tradisi dan adat kebiasaan mereka yang dipraktikkan secara kaku dan radikal.mereka bangga dengan kasta yang disandangnya. Mereka bangga dengan hubungan darah dan garis keturunan yang dimilikinya. Kehidupan masyarakat India stagnan dan jumud. Struktur masyarakatnya dibedakan oleh kelas. Mereka juga membedakan antara keluarga yang memiliki aib dengan keluarga yang bersih dari aib. Kaum laki-lakinya tidak diperbolehkan menikahi para janda. Kemudian dalam hal makanan dan minuman mereka membatasi diri dengan sangat radikal. Adapun nasib anak-anak hasil perzinahan hidup miskin dan diasingkan dari komunitas mereka dan dari kota mereka.

Masyarakat India terbagi menjadi empat kasta :

  1. Kasta Brahmana : para pendeta dan pemuka agama
  2. Kasta Ksatria : korps militer dan angkatan bersenjata
  3. Kasta Waisya : para petani dan pedagang
  4. Kasta Sudra : merupakan kasta paling rendah yang terdiri atas pelayan, pembantu, dan para buruh.

Kasta Brahmana adalah milik orang-orang yang dianggap suci. Mereka tetap mendapatkan ampunan sebesar apapun kesalahan mereka. Mereka sepeserpun tidak dipungut pajak dan kebal hukuman mati. Adapun yang  tergolong kasta sudra tidak berhak memiliki uang, menimbun harta, duduk bersama orang-orang yang berkasta Brahmana dan menyentuh mereka, serta tidak memiliki hak untuk mempelajari kitab suci.

Sumber : Sejarah Lengkap Rasulullah By Prof. DR. Muhammad Ali Ash Shalabi

Baca juga Artikel keren lainnya :

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s