Kondisi Bangsa Arab Menjelang Kelahiran Islam

1. Kondisi Keagamaan

Bangsa Arab pernah didera kemunduran dalam aspek keagamaan. Praktik penyembahan berhala yang mereka lakukan sampai pada taraf yang tidak masuk akaldan tak tertandingi. Selain itu juga telah terjadi penyimpangan moral dan sosial, serta kekacauan dibidang politik dan hukum. Mereka tidak mau mencoba memperbaiki kondisinya dengan mengikuti Imperium Persia dan Romawi. Hati mereka buta, mereka hanya mengagung-agungkan warisan nenek moyang mereka dan mengikuti jejak para pendahulu mereka dalam hal penyimpangan, penelewengan, dan kesesatan. Mereka menyembah berhala-berhala. Bahkan setiap kabilah memiliki berhala masing-masing. Ada berhala Suwa, Wadd, Yaghuts, Ya’uq, Nasr, Isaf, Na’ilah, Manat, Lata, dan Uzza. Berhala yang terakhir inilah yang paling besar dikalangan kabilah Quraisy. Selain itu ada juga berhala-berhala kecil yang selalu dibawa kemanapun mereka pergi atau diletakkan di rumah ketika tidak dalam perjalanan.

Beberapa ajaran yang tersisa dari agama Ibrahim juga telah terjadi penyimpangan, perubahan, dan pergantian. Di satu musim mereka berhaji hanya sekedar untuk membanggakan dan menyombongkan diri atas derajat yang mereka miliki. Akidah agama Ibrahim diselewengkan dari sifat kehanifannya dan menggantinya dengan akidah yang berbau klenik dan mitos. Sebagian pengikut agama Ibrahim ada yang masih berada di jalur yang benar. Mereka menolak untuk memuja berhala, menolak ritual-ritual dan ajaran yang berhubungan dengan berhala. Diantara mereka adalah Zaid bin Amr bin Nufail. Dia tidak mau menyembelih binatang untuk sesembahan dan tidak mau makan bangkai dan darah

Diantara orang yang masih setia dengan syariat Nabi Ibrahim adalah Qus bin Sa’idah Al-Iyadi, ia adalah seorang orator bijaksana dan sangat cerdas. Dia memiliki kepandaian dan keistimewaan yang luar biasa. Dia mengajak orang lain untuk mengesakan Allah, beribadah kepadaNYA, dan meninggalkan berhala. Dia juga mempercayai adanya kebangkitan setelah kematian. Dia mengabarkan berita gembira akan hadirnya seorang Nabi. Qus bin Sa’idah sempat bertemu dengan Muhammad, namun dia terlebih dahulu meninggal sebelum beliau diutus menjadi Nabi.

Sebagian orang Arab menganut agama Nasrani dan sebagian yang lain menganut agama Yahudi. Akan tetapi mayoritas mereka menyembah berhala dan patung.

2. Kondisi Politik

Penduduk jazirah Arab terbagi menjadi dua : penduduk kota dan penduduk badui. Aturan yang berlaku disana adalah adat kesukuan yang bahkan berlaku hingga ke lingkungan kerajaan yang notabene merupakan lingkungan kota di Jazirah Arabia. Seperti kerajaan Yaman di Arab bagian selatan, kerajaan Hairah di Arab bagian timur laut, dan kerajaan Ghassasanah di Arab bagian barat laut. Mereka tidak melebur menjadi satu golongan, akan tetapi terpecah menjadi beberapa kabilah dan setiap kabilah fanatik dengan kabilahnya masing-masing. Kabilah Arab terdiri dari sekelompok orang yang diikat dengan hubungan satu darah, satu nasab, dan satu golongan. Prinsip solidaritas dan kesetiakawanan sangat dijunjung tinggi oleh mereka dalam menjalankan hak dan kewajibannya.dan undang-undang adat inilah yang kemudian mereka pegang teguh dalam mengatur kehidupan politik dan sosial mereka.

Pemimpin kabilah harus pemberani, berwibawa, karismatik, dan lain sebagainya. Hak pemimpin kabilah adalah mendapatkan seperempat dari harta rampasan perang, dan sebelum harta rampasan perang dibagikan, dia juga berhak mendapatkan sebagiannya atas nama pribadi. Selain itu dia juga berhak mendapatkan harta yang didapat dari musuh sebelum perang dimulai. Dan setelah harta rampasan perang dibagikan, dia juga berhak mendapatkan kelebihannya. Pada masa damai, dia dituntut untuk bersikap dermawan dan murah hati, pada saat perang dia berada di barisan terdepan, dia juga memiliki tugas untuk memutuskan gencatan senjata dan mengadakan perjanjian.

Masyarakat Arab sangat menjunjung tinggi kebebasan, menolak praktik penindasan dan penghinaan. Siapapun yang termasuk anggota kabilah harus dibela, tanpa melihat apakah dia dalam posisi benar atau salah, bahkan slogan mereka berbunyi, “bantulah saudaramu baik dia zalim maupun terzalimi.” Setiap kabilah saling membangun aliansi, salah satu yang terkenal adalah persekutuan Al-Fudhul. Selain peperangan antar kabilah, keributan antar kabilah juga sering terjadi. Mereka merampok harta atau makanan anggota kabilah yang lain.

3. Kondisi Ekonomi

Secara geografis, hampir seluruh kawasan Jazirah Arab terdiri dari daratan sahara yang terhampar luas. Kondisi ini menyebabkan tidak tersedianya ladang perkebunan, kecuali hanya sebagian kecil, yaitu di daerah pinggiran seperti Syam dan Yaman. Beberapa sumber mata air atau oase yang tersebar di kawasan jazirah Arab biasanya dihuni masyarakat Arab Badui. Disitu mereka menggembala onta atau kambing ternak mereka. Mereka hidup nomaden. Masyarakat Arab sangat buta dalam bidang industri dan menyerahkannya untuk dikuasai oleh bangsa non Arab. Bahkan ketika bermaksud untuk membangun ka’bah, mereka meminta bantuan seseorang yang beragama kristen koptik yang kebetulan selamat dari kapalnya yang karam di Jeddah dan kemudian menetap di Mekkah. Kawasan jazirah Arab sangat strategis, yaitu sebagai jalur persimpangan antara Afrika dan Asia Timur. Pada waktu itu kawasan ini sangat strategis untuk menjadi sentra bisnis tingkat internasional yang sangat maju. Kota Mekkah menjadi pusat perdagangan yang luar biasa. Dissamping itu juga dalam pandangan masyarakat Arab, kawasan ini merupakan tanah haram, jadi tidak ada alasan untuk tidak meliriknya, karena memang dari kacamata bisnis, kawasan ini sangat menguntungkan.

Salah satu kabilah terbesar yaitu suku Quraisy memiliki dua musim perjalanan bisnis yaitu musim dingin ke Yaman dan musim panas ke Syam. Selain itu mereka juga melakukan perjalanan dagang ke negeri lainnya. Kafilah-kafilah dagang biasanya membawa aneka macam parfum, dupa, sejenis karet, susu, rempah-rempah, kurma, pewangi, jenis kayu-kayuan, gading, kayu hitam, manik-manik, kulit, permadani Yaman, kain sutra, senjata, dan barang-barang lainnya yang ditemukan di semenanjung Arab, atau barang-barang yang diimpor dari luar. Barang-barang tersebut dibawa menuju Syam dan negeri lainnya. Kemudian mereka kembali dengan membawa gandum, biji-bijian, kismis, zaitun, kain khas Syam, dan masih banyak lagi. Penduduk negeri Yaman dikenal dengan pebisnis handal yang sering melakukan perjalanan ke negeri Afrika, India, Indonesia, Sumatra, dan daerah lainnya di Asia, yang mana nantinya hal ini memiliki andil besar dalam penyebaran Islam ke daerah-daerah tersebut.

Sebelum kemunculan Islam, praktik riba telah menyebar seantero Arab, barangkali virus riba ini menular dari bangsa Yahudi. Terkadang riba yang mereka tetapkan bisa mencapai lebih dari 100 persen. Penduduk jazirah Arab memiliki beberapa pasar yang terkenal diantaranta adalah pasar Ukazh, Majinnah, dan Dzul Majaz. Pada masa itu pasar juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para penyair, sastrawan, dan orator. Disana mereka saling unjuk kepandaian dan membanggakan nasab masing-masing dan kehebatan para pendahulunya.

4. Kondisi sosial kemasyarakatan

Berikut adalah beberapa sifat dan kondisi sosial masyarakat jazirah Arab :

  1. Masyarakat Arab cenderung saling membanggakan dan mengutamakan keturunan dan nasabnya masing-masing.
  2. Mereka cenderung membanggakan kelihaian beretorika, terutama melalui syair-syairnya
  3. Wanita ditengah-tengah masyarakat Arab tak ubahnya bagaikan sampah. Ia bisa diwariskan kepada anak laki-lakinya, dan anak laki-laki yang paling besarlah yang berhak mengawini ibunya sendiri setelah ayahnya meninggal. Islam kemudian datang dan mengharamkan seseorang mengawini ibunya sendiri.
  4. Ada beberapa jenis pernikahan yang terjadi masa jahiliyah. 1) pernikahan dengan sistem melamar. 2) pernikahan istibdha’ dimana suami rela istrinya bersetubuh dengan laki-laki lain untuk mendapatkan bibit unggul. 3) beberapa laki-laki datang menyetubuhi seorang wanita, setelah wanita itu hamil dia akan menunjuk satu orang yang ia sukai diantara mereka, dan yang ditunjuk tidak boleh menolak, setelah itu nama bayi itu akan disandarkan pada laki-laki tersebut. 4) beberapa laki-laki datang silih berganti menyetubuhi seorang wanita layaknya pelacur, setelah wanita itu hamil, didatangkanlah seorang ahli genealogi (Al-Qafah) untuk melihat siapa diantara lelaki itu yang mirip dengan bayi wanita tersebut. 5) pernikahan Al-Khadan dimana seorang wanita menikahi lelaki yang sudah beristri untuk kemudian ia dijadikan sebagai gundik. 6) pernikahan mut’ah atau nikah kontrak, 7) pernikahan dengan cara saling tukar istri. 8) pernikahan Asy-Syigar yakni sang ayah menikahkan putrinya dengan si fulan dengan syarat si fulan tersebut mau menikahkan putrinya dengan sang ayah, sebagai konsekuensinya mereka berdua terlepas dari kewajiban mas kawin. Masyarakat Arab boleh menikahi wanita dalam jumlah yang tak terbatas dan mereka tidak diwajibkan untuk berbuat adil. Kemudian Islam datang dan membebaskan wanita dari ketidak adilan.
  5. Suami diperbolehkan mentalak istri dalam jumlah yang tak terbatas.
  6. Seringkali terjadi peperangan, perampokan, dan penyergapan.
  7. Masyarakat Arab dikuasai oleh sistem jahiliyah, kebodohan, kejumudan, dan taklid buta pada tradisi lama. Mereka tidak bisa menulis dan berhitung. Padahal mereka dikenal cerdas, cerdik, brilian, hatinya mudah tersentuh, instingnya tajam, sigap, dan mudah menerima ilmu pengetahuan, arahan dan nasehat. Oleh karena itu ketika Islam datang kebodohan hilang seketika.
  8. Kondisi moral masyarakat Arab yaitu pandai dan cerdik, dermawa, , pemberani, ksatria, mereka tidak mau diberlakukan hina dan zalim, suka menepati janji, terbuka, terus terang dan jujur, sabar menghadapi musibah, tabah menghadapi cobaan, rela walaupun hanya mendapatkan sedikit, berjiwa kuat dan memiliki raga tangguh.

Sumber : Sejarah Lengkap Rasulullah By Prof. Dr. Muhammad Ali Ash-Shalabi

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s