Sosok “Al-Faruq” (Part 1) Sebuah Prolog

Dalam tempaan sejarah kita akan berusaha bertemu dengan seorang manusia yang dimana keberanian dan keagungannya memenuhi ruang dan waktu dengan sesuatu yang belum pernah dilihat mata, terdengar telinga dari keadilan seorang pemimpin, kezuhudan penguasa, cara pengabdian seorang hamba kepada Tuhannya, kekuatan seorang yang lembut dan penyayang hatinya dan kelembutan seseorang yang kuat dan bertakwa.

Ya…inilah yang akan kita capai, sekejap hidup bersama Umar, kita akan menyaksikannya melalui episode yang tercatat sejarah sebagai ganti kehilangan kita untuk bisa menyaksikannya secara langsung. Kita akan pertemukan mata, telinga, dan hati kita dihadapan manusia yang kuat dan terpercaya serta seorang guru yang tiada bandingannya. Kita akan meluangkan waktu sekejap untuk menikmati takdirnya…

Kebersamaan dengan Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab ra, tidaklah sama dengan jenis kebersamaan dengan para pemimpin lainnya. Sungguh sesuatu yang sangat berbeda. Tidak ada tempat bagi makanan-makanan lezat, minuman-minuman nikmat, dan kemewahan-kemewahan hidup. Tidak ada di dalamnya tahta-tahta yang megah, gelas-gelas yang tersaji, bantal-bantal sandaran yang tersusun dan tidak ada pula permadani-permadani empuk yang terhampar.

Tidak ada tempat peristirahatan, tidak ada tempat untuk berfoya-foya…

Umar adalah tipe pemimpin yang akan menenggelamkanmu dengan semua kewibawaannya ketika engkau menyelami diri dan kepribadiannya.

Seorang lelaki agung dalam kesederhanannya, sederhana dalam keagungannya, yang kuat dalam keadilan dan kasih sayangnya. Lelaki yang tidak akan pernah berhenti dan tidak akan membiarkan orang-orang bersamanya berhenti, akan tetapi ia mengganti waktu istirahatnya yang hilang dengan sesuatu yang lebih besar dalam kehidupan dalam bentuk kekuasaan, kebahagiaan, dan kemajuan.

Inilah dia Amirul Mukminin (Pemimpin orang-orang beriman), yang dilahirkan kemanusiaan dan tumbuh berkembang dalam asuhan Islam.

Inilah dia hakim yang terpercaya yang jika semua pemimpin dan penguasa yang pernah singgah dalam sejarah disebutkan semuanya, niscaya ia akan menjadi yang paling agung, paling saleh dan paling suci.

Potret pencitraan dirinya dalam kehidupan selalu abadi, semisal ketika manusia yang dipenuhi cahaya Ilahi ini berlari mengejar seekor unta milik umat pada saat panas terik membakar. Ia mengejarnya dengan susah payah karena ia takut unta itu tersesat kemudian hilang, sehingga kelak Allah menghisabnya dengan hisab yang sangat sulit.

Atau pribadi manusia yang pada suatu hari menemani istrinya pada sebagian malam, dengan membawa sekarung gandum pada bahu dan tangannya, sekantong air dan sebotol minyak. Ketika istrinya mengurusi seorang wanita asing yang hendak melahirkan, ia duduk diluar gubuk memasakkan makanan bagi anak-anak wanita itu. Subhanallah…

Atau gambaran seorang khalifah yang terlambat khutbah jum’at, lalu tiba-tiba ia datang dengan berlari-lari kecil mengenakan pakaian luar yang dipenuhi 21 tambalan, dibaliknya ia mengenakan sebuah baju yang belum juga kering. Sebelum ia naik ke atas mimbar, ia memohon maaf kepada hadirin atas keterlambatannya, seraya berkata, “Pakaianku ini telah menghalangiku untuk datang cepat kepada kalian, aku menungguinya hingga kering, karena aku tidak punya pakaian lain selain ini. MasyaAllah…

Atau seorang manusia yang menerima hadiah berupa makanan lezat yang dikirimkan salah seorang bawahannya di Azerbaijan, lalu ia berkata kepada utusan yang membawanya, “Apakah semua penduduk disana makan seperti ini?” Utusan itu menjawab, “Tidak, wahai Amirul Mukminin, ini adalah makanan para pejabat tertentu saja.” Tiba-tiba Umar marah kepada utusan itu dan berkata, “Mana untamu? Bawa hadiah ini dan kembalikan kepada pengirimnya dan katakan kepadanya bahwa Umar memerintahkan kepadanya: ‘janganlah engkau kenyang  makan sesuatu sebelum semua kaum muslimin merasa kenyang’!”

Inilah dia menara Allah dimuka bumi dan hadiahNya untuk kehidupan.

Di atas meja makannya yang tak terdapat satupun makanan yang lezat, meja yang hanya dipenuhi dengan semua jenis keagungan, kita akan menghabiskan waktu yang paling menyenangkan bersamanya…

Sumber : 5 Khalifah Kebanggaan Islam

By : Syaikh Khalid Muhammad Khalid

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s