Kronologi Sejarah Peradaban Islam Part 3 (Masa Dinasti Umayyah)

661 – 680 (Muawiyah I)

  • Berdirinya Dinasti Umayyah
  • Muawiyah bin Abu Sufyan diangkat menjadi khalifah pertama setelah Khulafaur Rasyidin
  • Ibukota Islam dipindahkan dari Madinah ke Damaskus
  • Dimulainya gencatan senjata dengan Bizantium
  • Ekspansi Islam ke kepulauan Jarba di Tunisia, kepulauan Rhodesia, kepulauan Kreta, kepulauan Ijih dekat Konstantinopel, Aljazair, dan Asia Tengah
  • Penciptaan stabilitas nasional. Pendirian departemen pencatatan administrasi negara, pembuatan stempel pertama kali dalam sejarah pemerintahan Islam
  • Pembangunan departemen pemungutan pajak

680 – 683 (Yazid I)

  • Muawiyah digantikan oleh anaknya Yazid bin Muawiyah
  • Terjadinya tragedi Karbala dimana Husain dibunuh
  • Peristiwa Hurrah dan penghalalan Madinah oleh Yazid I, pertumpahan darah dihalalkan untuk membasmi pemberontak

683 – 684 (Muawiyah II)

  • Posisi khalifah digantikan oleh Muawiyah bin Yazid
  • Periode pemerintahannya tidak sampai setahun, ia mengundurkan diri karena sakit lalu meninggal dunia

684 – 685 (Marwan I)

  • Setelah Muawiyah II wafat, posisi khalifah digantikan oleh Marwan bin Hakam.
  • Terjadi dualisme kepemimpinan. Marwan bin Hakam berpusat di Damaskus, sementara Abdullah bin Zubair di Hijaz (Mekkah dan Madinah)

685 – 692 (Abdul Malik bin Marwan)

  • Abdullah bin Zubair masih berkuasa terutama di wilayah Mekkah dan Madinah. Hingga pada akhirnya ia terbunuh pada tahun 1692.
  • Di pihak Dinasti Umayyah sendiri, setelah kematian Marwan I posisi khalifah digantikan oleh Abdul Malik bin Marwan. Namun posisi ini belum resmi dikarenakan masih berkuasanya Abdullah bin Zubair
  • Pemberontakan dari kelompok Syiah yang dipimpin oleh Al-Mukhtar di Kuffah

692 – 705 (Abdul Malik bin Marwan)

  • Abdul Malik bin Marwan resmi menjadi khalifah kelima.
  • Pembuatan mata uang sendiri yaitu dinar dan dirham.
  • Menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan
  • Penaklukkan Balkanabad, Bukhara, Khawafizm, Punjabi, dan wilayah lainnya di Asia Selatan

705 – 715 (Walid I)

  • Posisi khalifah keenam dipegang oleh Walid bin Abdul Malik
  • Pembangunan mesjid Damaskus, mesjid Cordova, memperluas mesjid Nabawi
  • Penaklukkan Sisilia, Merovits, Afrika
  • Penaklukkan Andalusia oleh Thariq bin Ziyad pada tahun 710 M
  • Penaklukkan Asia Tengah oleh Quthaibah bin Muslim al Bahili
  • Ekspedisi militer dari Afrika Utara ke Eropa Barat Daya
  • Penaklukkan India oleh Ibn Qasim Ats-Tsaqafi

715 – 717 (Sulayman)

  • Posisi khalifah berikutnya dipegang oleh Sulayman bin Abdul Malik
  • Pengepungan Konstantinopel

717 – 720 (Umar II)

  • Posisi khalifah kedelapan dipegang oleh Umar bin Abdul Aziz
  • Umar mendapat gelar Khulafaur Rasyidin kelima karena kesolihan dan kemuliannya
  • Umar meakukan komunikasi politik dengan semua kalangan termasuk Syiah
  • Melakukan reformasi sistem zakat dan shodaqoh sehingga pada zaman beliau tidak ada kemiskinan
  • Mengirim mubaliq ke daerah kekuasaan Islam

720 – 724 (Yazid II)

  • Posisi khalifah kesembilan dipegang oleh Yazid bin Abdul Malik
  • Banyak terjadi konfrontasi dan kerusuhan akibat cara kepemimpinan Yazid II yang senang berfoya-foya

724 – 743 (Hisyam)

  • Posisi khalifah kesepuluh dipegang oleh Hisyam bin Abdul Malik
  • Terjadi pemberontakan oleh Zaid bin Ali bin Husain sebagai kelompok Syiah
  • Konflik Arab Utara dengan Arab Selatan
  • Tentara Islam merebut Nimes di Perancis

743 – 744 (Walid II)

  • Walid bin Yazid bin Abdul Malik memegang posisi khalifah berikutnya.
  • Posisi musuh semakin kuat. Banyak terjadi pemberontakan

744 (Yazid II)

  • Tampuk kekhalifahan berikutnya dipegang oleh Yazid bin Walid.
  • Kehancuran Dinasti Umayyah mulai terlihat

744 (Ibrahim)

  • Tampuk kekhalifahan berikutnya dipegang oleh Ibrahim bin Walid
  • Kehancuran Dinasti Umayyah semakin terlihat jelas.
  • Beberapa penyebab timbulnya benih kehancuran Umayyah adalah karena beberapa khalifah terakhir terbukti tidak cakap. Mereka bisa dikatakan tidak bermoral dan bobrok. Sistem penunjukkan khlaifah yang bersifat monarki daripada musyawarah juga menjadi sebab pemicu. Selain itu, para pemimpin negara ini lebih senang berfoya-foya, tenggelam dalam kemewahan, lebih suka berburu dan mendengarkan musik dibandingkan membaca Al-Quran dan mengurus persoalan negara.

744 – 750 (Marwan II)

  • Marwan bin Muhammad bin Marwan ditunjuk sebagai khalifah terakhir Dinasti Umayyah
  • Pemberontakan kaum Khawarij
  • Pemberontakan keturunan Abbas bin Abdul Muthalib
  • Kekalahakn tentara Umayyah di Kuffah, Iraq terhadap tentara Abbasiyah
  • Damsyik direbut oleh tentara Abbasiyah.
  • Potensi perpecahan antar suku, etnis, dan kelompok politik tumbuh semakin kuat.
  • Runtuhnya kekhalifahan Dinasti Umayyah

Bersambung ke Part 4

*Diambil dari berbagai sumber
Baca juga artikel keren lainnya :
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s