Valentine = Paganisme

Tadinya saya tidak berniat menulis tentang Valentine Day karena saya yakin berbagai media sudah tumpah ruah menjelaskan tentang sejarah hari “cinta-cintaan” ini. tapi tadi sore, sepulang dari kantor saya bertemu dengan rekan kerja di sebuah minimarket dan terjadilah percakapan diantara kami. Berikut cuplikannya :

Saya : Lagi nyari apa Mbak?

Rekan kerja Saya : Ini, nyari coklat. Anak saya minta dibeliin coklat buat dibawa kesekolah besok. Disuruh gurunya buat bagi-bagi sama temen-temen.

Saya : Bawa coklat kesekolah? Dalam rangka apa emangnya?

Rekan kerja Saya : itu, Valentine…

Sekian.

NB : anak si Rekan Kerja saya ini baru duduk di bangku Sekolah Dasar.

Jadilah akhirnya saya menggebu-gebu untuk menyebarluaskan fakta ini karena saya yakin anak-anak yang minta dibeliin coklat karena Valentine Day tidak hanya anak rekan kerja saya ini. maka sebelum semakin banyak korban berjatuhan, mari kita lindungi anak, saudara, adik, kakak, dan keluarga kita dari racun Valentine Day ini.

Banyak yang baru tahu bahwa Valentine Day berasal dari kebudayaan pagan Romawi. Pagan atau paganisme merupakan kepercayaan diluar agama samawi (Islam, Kristen, Yahudi). Budaya ini dipenuhi dengan ritual penyembahan terhadap berhala, patung, dan benda-benda yang dianggap Tuhan. Valentine Day pada masa itu sangat memuja kenikmatan badaniyah semisal sex dan nuditas. Asalnya Valentine Day adalah perayaan pagan Lupercalia yang diselenggarakan untuk memuja Lupercus sang dewa kesuburan Romawi, dirayakan 13-18 Februari tiap tahunnya. Lupercus dikenal juga dengan Dewa Pan yang digambarkan berkepala kambing, persis Baphomet sesembahan Yahudi.

Baphomet

Perayaan Lupercalia selain memuja Dewa Pan (Lupercus) juga sebagai persembahan pada Dewi Juno (Hera) yang merupakan dewi pernikahan dan kesuburan, karena inti perayaan Lupercalia ini ialah KESUBURAN, maka aktivitas SEX menjadi hidangan utamanya. Pada bentuk klasiknya Lupercalia Festival dilakukan dengan memasang-masangkan lelaki dan wanita, lalu mereka semalaman bercinta. Jadi festival Lupercalia (13-18 Feb) ini identik dengan bersenang-senang seperti ialah mabuk, wanita, dan kenikmatan sex. Perayaan ini berlangsung bertahun-tahun, mendarah daging dan sulit dihentikan hingga Kristen dijadikan agama negara Romawi. pada 496 M Paus Gelasius mengesahkan Lupercalia ini menjadi hari raya gereja, karena tak sanggup menghapuskan tradisi pagan ini. Sehingga diperkenalkanlah nama baru Festival Lupercalia, yaitu Valentine’s Day, dan dikaranglah cerita St. Valentinus yang mati demi cinta.

Festival Lupercalia muncul dengan nama baru Valentine Day, namun esensi perayaan itu tetap bertahan, KESUBURAN yang dilambangkan dengan sex. Baru pada 1969 M gereja kembali melarang perayaan Valentine Day, karena dianggap hanya pembenaran dari perayaan Lupercalia. Namun telat bagi pengikut Kristiani, cerita St. Valentinus lalu melegenda , dan maksiat mulai dilegalkan Valentine Day atas nama cinta.

Pertanyaannya bagi kamu yang Muslim, asal mula Valentine Day jelas Festival Lupercalia yang nyata-nyata pagan, masih ikutan? Bagi kaum yang Muslim, nyata-nyata Valentine Day itu pernah jadi perayaan kaum Nasrani juga, masih mau ikutan juga?

“Aaaah, itu kan zaman dulu! sekarang mah hari kasih sayang!”, ohya?, yuk kita simak dulu fakta-fakta berikut :

  • Di Inggris, Amerika, Eropa dan Dunia pada umumnya, terdapat lonjakan hubungan seks seminggu sebelum dan sesudah tanggal 14 Februari.
  • Tiap 14 Februari di Inggris diperingati sebagai “The National Impotence Day” , yang menghimbau muda-mudi tidak hubungan seks seminggu itu.
  • Di USA tiap 14 Feb diperingati “National Condom Week”, karena mereka tahu persis bahwa Valentine Day samadengan SEXDAY

“Aaaah, itu kan luar negeri! Indonesia beda dooong!”, ohya? alasanmu!, perhatikan beberapa fakta berikut :

  • Dari 413 orang disurvei 26,4% merayakan Valentine Day sama gebetan atau kekasih dengan jalan-jalan, makan-makan, ciuman lalu seks (Koran PR, 2005).
  • 22. 54% remaja bandung pernah hubungan seks , kota lain seperti Jakarta (51%), Medan (52%) Surabaya(47%) (Kompas, 2006).
  • Dan hampir di tiap daerah penjualan kondom menjelang Tahun Baru dan Valentine meningkat 40-80% , tidak jarang yang sold out.

Bukti berita semisal ini banyak, yang sudah-sudah terlalu berserakan di internet untuk dicari, dan tahun ini akan sama pula.

Bagi kamu yang Muslimah, RENUNGKAN, kondom yang ludes saat Valentine Day itu siapa yang beli? dan buat siapa? untuk apa?

Bagi yang di KTPnya tertulis “Agama : Islam”, coba ingat-ingat lagi kita ini umatnya siapa? Nabi Muhammad SAW!. Lalu Rasulullah pernah nyuruh merayakan Valentine Day g? g pernah! Jadi kesimpulannya? Tuh pinter…

By : Ust Felixsiauw

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s