Damaskus : Kota Nan Pemurah dan Dermawan (Part 2)

Ilmuwan Muslim dari Damaskus

  • Abul-Fadl Jaafar ibnu Ali al-Dimishqi

Dia adalah ekonom muslim terkemuka di Damaskus dan Suriah. Salah satu karyanya yang fenomenal adalah Kitab Al-ishara ila mahasin al-tijara wa matrifa aljayyid al-atrad wa ra-diha wa ghushush al-mudallisin fiha (buku yang menjelaskan keuntungan bisnis serta pengetahuan kualitas barang bagus dan jelek).

Buku itu selesai ditulis pada 20 April 1175. Abul-Fadl amat piawai dalam masalah teori dan praktik bisnis. Bukunya juga mengupas soal bagaimana mengemas dan menyimpan barang, bagaimana cara menjaga hak milik, serta bagaimana menggunakan uang. Abul-Fadl boleh dibilang sebagai ekonom yang mumpuni pada masanya.

  • Ibnu Asakir (wafat 1176)

Dia adalah seorang ahli sejarah. Karyanya yang terkenal adalah Tarikh Dimashq atau sejarah Damaskus. Dia adalah pengajar di perguruan tinggi yang ada di Masjid Umayyah dan perguruan tinggi di Damaskus.

  • Ibnu Abi Usaybia (1203-1269)

Dia adalah dokter sekaligus ahli sejarah Muslim kelahiran Damaskus. Selain menjadi dokter di rumah sakit, Ibnu Abi juga menjadi dokter khusus Emir Azeddin di Sarkar. Dia sempat menempati berbagai posisi di manajemen RS baik di Damaskus maupun di Kairo, Mesir. Dia juga mempelajari klasifikasi tanaman dengan Ibnu Al-Baitar. Salah satu karyanya adalah Uyun I’Anba fi Tabaqati’l Atiba mengupas tentang sejarah kedokteran.

  • Ibnu Al-Nafis (wafat 1288)

Dia adalah dokter terkemuka di Damaskus. Ibnu Al-Nafis mengabdikan dirinya di RS Al-Nuri yang dibangun Nur Al-Din. Diantara karyanya yang paling populer adalah Kitab al-Syamil fi sinaat al-Tibiyya (Buku komprehensif tentang seni kedokteran). Bukunya itu terdiri dari 300 volume, hanya 80 yang diterbitkan. Kitab itu masih digunakan hingga tahun 1952. Karya-karyanya kini berada di Cambridge University.

  • Taqi Al-Din Ahmad Ibnu Taymiyyah (1263-1328)

Dia mengawali karirnya sebagai pengajar Al-Quran di masjid Umayyah. Kemudian, ia menjadi seorang pemikir dan ulama Islam. Di Damaskus, ia belajar pada banyak guru, dan memperoleh berbagai macam ilmu diantaranya ilmu hitung (matematika), khat (ilmu tulis menulis Arab), nahwu, ushul fiqih.

Ibnu Taimiyyah sangat menguasai ilmu rijalul hadits (perawi hadits) yang berguna dalam menelusuri Hadits dari periwayat atau pembawanya dan Fununul hadits (macam-macam hadits) baik yang lemah, cacat atau shahih. Beliau memahami semua hadits yang termuat dalam Kutubus Sittah dan Al-Musnad. Dalam mengemukakan ayat-ayat sebagai hujjah atau dalil, ia memiliki kehebatan yang luar biasa, sehingga mampu mengemukakan kesalahan dan kelemahan para mufasir atau ahli tafsir.

Tiap malam ia menulis tafsir, fiqh, ilmu ‘ushul sambil mengomentari para filsuf sehari semalam ia mampu menulis empat buah kurrosah (buku kecil) yang memuat berbagai pendapatnya dalam bidang syari’ah. Karyanya mencapai 500 judul. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Majmu’ Fatawa yang berisi masalah fatwa-fatwa dalam agama Islam.

Masjid Umayyah

masjid_umayyah_100805180320

Salah satu bukti peninggalan terbesar era peradaban Islam di abad pertengahan adalah Masjid Umayyah. Tak heran, bila bangunan yang hingga kini masih bertengger kokoh itu menjadi salah satu bangunan masjid terpenting di Damaskus. Bangunan Masjid Umayyah berasal dari sebuah rumah pemujaan bangsa Yunani yang dibangun sekitar tahun 1000 SM.

Sebelum Islam datang, kaum Nasrani menyulapnya menjadi gereja. Ketika Islam menginjakkan kakinya dan disambut penduduk Damaskus, bangunan itu oleh Abu Ubaidah bin Jarrah mulai difungsikan sebagai masjid. Awalnya, bangunan itu sebagian digunakan sebagai gereja dan sebagian lainnya untuk tempat ibadah umat Islam.

Seiring waktu, jumlah penganut Islam bertambah banyak sedangkan penganut Kristen berkurang, Khalifah Al-Walid kemudian memutuskan untuk menjadikan bangunan itu sebagai masjid. Bentuk dan arsitekturnya pun diubah. Pemerintahan Islam saat itu membangunkan sebuah gereja baru bagi kaum Nasrani. Pada masa keemasan, Masjid Umayyah menjadi pusat kegiatan umat Islam.

Sumber : Menyusuri Kota Jejak Kejayaan Islam Oleh Tim Penulis Harian Republika

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s