Kronologi Sejarah Peradaban Islam Part 4 (Dinasti Abbasiyah)

750-754 (Rabi’ul Akhir 132 H-Dzulhijjah 136 H)

  • Abu Al-Abbas As-Saffah dari marga Bani Hasyim suku Quraisy menduduki jabatan sebagai khalifah pertama Dinasti Abbasiyah
  • Pemerintahan berpusat di Kuffah
  • Mayoritas gubernur As-Saffah diangkat dari kalangan paman-pamannya dan anak-anak pamannya
  • Banyak dilakukan konsolidasi internal dan penguatan pilar-pilar negara
  • Tahun 754 M, As-Saffah terkena cacar dan meninggal dunia

754-775 (Dzulhijjah 136 H-Dzulhijjah 158 H)

  • Abu Ja’far bin Abdullah bin Muhammad bin Ali diangkat menjadi khalifah ke-2
  • Posisi kekhalifahan dipindahkan ke Baghdad dan Al-Manshur membiayai pembangunan Baghdad sebesar 18.000 dinar
  • Al-Manshur mengirim anaknya Al-Mahdi untuk memerangi Thibristan
  • Pembangunan Ar-Rashafah untuk anaknya Al-Mahdi. Ar-Rashafah terletak di sebelah timur Baghdad

775-785 (Dzulhijjah 158 H-Muharram 169 H)

  • Muhammad Al-Mahdi bin Al-Manshur menjabat sebagai khalifah diusianya ke-22 tahun.
  • Perluasan Masjidil Haram, penghapusan nama Al-Walid bin Abdil Malik dari dinding Masjid Nabawi, diganti dengan tulisan namanya
  • Mengutus Harun Ar-Rasyid sebagai panglima pasukan khurasan bersama Khalid bin Barmak
  • Penyerbuan ke Romawi yang dipimpin oleh Ar-Rasyid
  • Mengusut kelompok zindiq (orang yang melepaskan diri dari agama) dan membunuh mereka

785-786 (Muharram 169 H-Rabi’ul Awal 170 H)

  • Musa Al-Hadi bin Muhammad bin Ja’far Al-Manshur diangkat sebagai khalifah pada usia 25 tahun.
  • Terjadinya peristiwa pemberontakan Fakh dari Al-Husain (keturunan Ali bin Abi Thalib) di Madinah
  • Idris (keturunan Ali bin Abi Thalib) mendirikan Daulah Adarisah di Maghrib.

786-809 (Rabi’ul Awal 170 H-Jumadil Akhir 194 H)

  • Harun Ar-Rasyid bin Muhammad Al-Mahdi diangkat menjadi khalifah
  • Membangun kota Baghdad dengan bangunan-bangunan yang megah
  • Membangun tempat-tempat peribadatan
  • Membangun sarana pendidikan, kesenian, kesehatan, dan perdagangan
  • Mendirikan Baitul Hikmah sebagai lembaga penerjemah yang berfungsi sebagai perguruan tinggi, perpustakaan, dan penelitian
  • Membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di rumah, mesjid, dan istana
  • Munculnya Daulah Aghalibah

809-813 (Jumadil Akhir 194 H-Muharram 198 H)

  • Muhammad Al-Amin bin Harun Ar-Rasyid diangkat menjadi khalifah pada usia 23 tahun
  • Terjadi konflik saudara antara Al-Amin dan Al-Ma’mun yang mengakibatkan terpecahnya wilayah kekuasaan Islam dan Al-Amin terbunuh

813-833 (Muharram 198 H-Rajab 218 H)

  • Al-Ma’mun bin Harun Ar-Rasyid diangkat menjadi khalifah
  • Munculnya sekte Bathiniyah bernama Al-Kharramiyah dengan pemimpinnya bernama Babik Al-Kharrami. Sekte ini beragama sekehendak dan sesuka hatinya
  • Berkembangnya ilmu kalam
  • Muncul sekte Muktazillah dibawah pimpinan Syaikh Ibrahim bin Siyyar. Sekte ini bertumpu pada akal dalam masalah akidah
  • Adanya kebebasan mutlak dalam berdebat

833-842 (Rajab 218 H-Rabi’ul Awal 227 H)

  • Al-Mu’tashim Billah Abu Ishaq Muhammad bin Ar-Rasid bin Al-Mahdi diangkat menjadi khalifah pada usia 39 tahun
  • Terjadi peperangan melawan Babik Al-Kharrami.
  • Al-Mu’tashim memilih para panglima dari bangsa Turki, meniadakan bangsa Arab dari kepemimpinan tentara.
  • Adanya tragedi pengurungan Imam Ahmad bin Hambal

842-847 (Rabi’ul Awal 227 H-Dzulhijjah 232 H)

  • Al-Watsiq Billah Abu Ja’far Harun bin Al-Mu’tashim bin Ar-Rasyid diangkat menjadi khalifah pada usia 41 tahun
  • Terjadinya ekspedisi untuk menghadapi Bani Sulaim yang dipimpin oleh Bagha Al-Kabir Abu Musa At-Turki
  • Terjadinya kerusakan yang disebabkan oleh Bani Numair di Yamamah
  • Al-Watsiq melakukan propaganda bahwa Al-Qur’an adalah makhluk
  • Al-Watsiq banyak melakukan perbuatan keji, salah satunya memenggal Ahmad bin Nashar bin Malik

847-861 (Dzulhijjah 232 H-Syawal 247 H)

  • Al-Mutawakkil Alallah bin Al-Mu’tashim bin Ar-Rasyid diangkat menjadi khalifah
  • Kuburan Ali bin Abi Thalib dirobohkan berikut tempat persinggahan dan rumah-rumah yang berada di sekitarnya
  • Berdirinya Daulah Ya’fariyah di Shan’a yang didirikan oleh Ya’far bin Abdurrahman selama 140 tahun
  • Pengaruh Turki semakin besar dalam hal urusan negara, kesewenang-wenangan dalam urusan kekhalifahan, manajeman dan tentara
  • Panglima Turki bersekutu dengan Al-Mustanshir Billah dan membunuh Al-Mutawakkil

861-862 (Syawal 247 H-Rabi’ul Akhir 248 H)

  • Muhammad Al-Mustanshir bin Al-Mutawakkil diangkat menjadi khalifah
  • Masa ini merupakan era Abbasiyah kedua dimana pengaruh Turki semakin besar

862-866 (Rabi’ul Akhir 248 H-Muharram 252 H)

  • Al-Musta’in Billah Ahmad bin Muhammad bin Al-Mu’tashin bin Ar-Rasyid diangkat menjadi khalifah
  • Kekuasaan khalifah menjadi lemah, kekuasaan dipegang oleh budak-budak Persia. Mereka menentukan pengangkatan menteri. Jika mereka tidak menyukainya, menteri itu dipecat dan harta kekayaannya disita.
  • Berdiri Daulah Zaidiyah. Al-Hasan bin Zaid bin Muhammad bin Ismail bin Al-Hasan bin Zaid bin Al-Hasan bin Ali pergi ke pelosok Thibristan dan berhasil membentuk satu negara yang dikenal dengan Daulah Zaidiyah (250 H-300 H)
  • Timbulnya huru-hara besar antara tentara Baghdad dengan tentara Samara antara pihak Al-Mu’taz dan Al-Musta’in. huru-hara ini mempengaruhi kondisi eksternal negara sehingga Romawi membunuh 2 panglima perbatasan yaitu Umar bin Abdullah Al-Aghta dan Ali bin Yahya Al-Armani

866-869 (Muharram 252 H-Rajab 255 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Abu Abdillah Al-Mu’taz bin Al-Mutawakkil
  • Khalifah Abbasiyah semakin rapuh
  • Para tentara Turki melakukan tindakan keji terhadap khalifah dan mencopot jabatan khalifah dari Al-Mu’taz secara paksa

869-870 (Rajab 255 H-Rajab 256 H)

  • Posisi khalifah dipegang oleh Muhammad Al-Muhtadi Billah bin Harun Al-Watsiq
  • Al-Muhtadi mendirikan Kubatul Madzalim (sebuah bangunan berbentuk kubah yang memiliki empat pintu sebagai tempat pengaduan kezaliman
  • Terjadinya pemberontakan tentara Turki yang berakibat pada Al-Muhtadi ditangkap dan dibawa ke istana dalam keadaan hina dina, posisi kekhalifahannya juga dicopot

870-892 (Rajab 256 H-Rajab 279 H)

  • Ahmad Al-Mu’tamad Alallah bin Al-Mutawakkil bin Al-Mutashim diangkat menjadi khalifah
  • Abu Ahmad Thalhah bin Al-Mutawakkil memegang kepemimpinan tentara dan wilayah. Karena itu penguasa sebenarnya adalah Abu Ahmad, bukan khalifah
  • Terjadinya pemberontakan penguasa negara
  • Berdirinya Daulah Thuluniyah di Mesir (258-292 H). pendirinya bernama Ahmad bin Thulun dari Turki
  • Berdirinya Daulah Samaniyah tahun di Transoxania (261-389 H), yang didirikan oleh keluarga Sabaktakin dan Turki Khaganiyah
  • Muncul kelompok Qaramithah di Bahrain, Irak, Syam. Para propagandis Fathimiyin giat melakukan propaganda di Yaman dan Afrika

892-902 (Rajab 279 H-Rabi’ul Akhir 289 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Al-Mu’tadhid Billah Abul Abbas Ahmad bin Abi Ahmad Al-Muwaffaq
  • Masa-masa kekhalifahan berjalan baik, pajak dihapuskan, keamanan dan kesejahteraan terjamin
  • Melarang Al-Warraqin (para penulis buku) menjual buku-buku filosof dan yang semisalnya. Melarang tukang dongeng dan ahli nujum duduk di jalan
  • Penyerangan terhadap Romawi bertambah pesat, baik melalui perbatasan Syam, khususnya Tharsus dan perbatasan Al-Jazirah
  • Penyerangan terhadap negara Turki yang berada di Transoxania

902-908 (Rabi’ul Akhir 289 H-Dzulqaidah 295 H0

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Al-Muktafi Billah Ali bin Ahmad Al-Mu’tadhid
  • Konflik dan persaingan internal semakin pesat
  • Al-Muktafi melakukan pembunuhan terhadap sekte Qaramithah dan pembersihan wilayah Syam dari mereka, walaupun tidak secara total
  • Berakhirnya Daulah Thulun di Mesir di tangan Abbasiyin dan Daulah Aghalibah di Afrika di tangan Abu Ubaidillah Asy-Syi’i

908-932 (Dzulqaidah 295 H-Syawal 320 H)

  • Posisi khalifah dipegang oleh Ja’far Al-Muqtadir Billah bin Al-Mu’tadhid bin Ahmad bin Al-Mutawakkil pada usia 13 tahun berdasarkan dekrit saudaranya
  • Campur tangan dari ibunya dalam hal urusan negara
  • Abdurrahman An-Nashir memproklamirkan diri sebagai Amirul Mukminin di Andalusia
  • Di Afrika berdiri Daulah Fathimiyah tahun 279 H mengambil tempat kota Al-Mahdiyah yang didirikan oleh Ubaidillah Al-Mahdi dekat Qairuwan
  • Di Mosul berdiri Daulah Hamadzan, namun kekuasaan mereka tidak kokoh (293 H-380 H)
  • Banyak terjadi kerusuhan dari tentara, panglima bobrok, khalifah dibunuh dan disembelih oleh sebagian tentara

932-934 (Syawal 320 H-Jumadil Ula 322 H)

  • Abu Muhammad Al-Qahir bin Al-Mu’tadhid bin Al-Muwaffiq Thalhah bin Al-Mutawakkil diangkat menjadi khalifah, karena dipilih panglima tentara Mu’nis
  • Al-Qahir memiliki prilaku yang buruk, mengkhianati Mu’nis dan membunuhnya. Akhirnya Al-Qahir meninggal dunia karena dibunuh. Semua tindakan ini atas rencana menterinya Ibnu Muqlah

934-940 (Jumadil Ula 322 H-Rabi’ul Awal 329 H)

  • Ar-Radhi Abul Abbas Ahmad Al-Muqtadir bin Abi Ahmad Al-Muwaffiq diangkat menjadi khalifah
  • Terjadinya konflik dan persengketaan untuk meraih posisi Amirul Umara (Pemimpin para pangeran) di Baghdad
  • Para musuh terus dari hari ke hari menggerogoti tanah kekhalifahan yang sudah tidak memiliki pamor dan kekuasaan
  • Munculnya Daulah Ikhsyidiyah di Mesir yang didirikan oleh Muhammad bin Tughuj Al-Ikhsyidi, salah seorang budak (mawali) Ibnu Thulun (323 H-358 H). Dinasti inilah yang menyerahkan Mesir ke tangan Dinasti Fathimiyah

940-944 (Rabi’ul Awal 329 H-Shafar 333 H)

  • Ibrahim Al-Muttaqi Lillah bin Al-Mu’tamid bin Abi Ahmad Al-Muwaffiq diangkat menjadi khalifah oleh para panglima dan menteri. Dia tidak memiliki kekuasaan sedikitpun
  • Tak lama, ia dilengserkan oleh Tuzun
  • Pasukan Romawi dapat menundukkan kaum muslimin hingga mereka sampai ke Nashibin

Fase baru Daulah Abbasiyah (334 H-447 H)

Dominasi keluarga Buwaihiyyun terhadap kendali kekuasaan khalifah. Pada fase ini kekhalifahan dipegang oleh lima orang.

944-945 (Shafar 333 H-Jumadil Akhir 334 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Al-Mustakfi Abul Qasim Abdullah bin Al-Muktafi
  • Terjadinya pembagian kekuasaan antara khalifah dan sultan. Khalifah hanya sebagai pemimpin agama. Ia tidak memiliki perintah, larangan, dan menteri
  • Posisi sultan dipegang oleh Ahmad bin Buwaih, hingga Bani Buwaih bisa menguasai Baghdad
  • Pencapaian umat Islam pada masa ini yaitu :
  1. Andalusia diperintah oleh Abdurrahman An-Nashir
  2. Negara-negara Afrika dikuasai oleh Fathimiyyun
  3. Maghrib Aqso (Maroko) dibawah kekuasaan Adarisah
  4. Mesir dan Syam di bawah pemerintahan Ikhsyidiyyun
  5. Aleppo dan perbatasan di bawah kendali Saif Ad-Daulah Ali bin Abdullah bin Hamdan
  6. Kepulauan Eufrat di bawah kekuasaan Nashiruddaulah Al-Hasan bin Ali bin Abdullah bin Hamdan
  7. Irak diperintah oleh Daylam
  8. Oman, Yaman, Bahrain dan padang pasir Bashrah dikuasai sekte Qaramithah
  9. Persia dan Ahwaz diperintah Ali bin Buwaih
  10. Al-Jabal dan Raxes di bawah kekuasaan Hasan bin Buwaih
  11. Khurasan dan Transoxania diperintah keluarga Saman

945-974 (Jumadil Akhir 334 H-Dzulqaidah 363 H)

  • Posisi khalifah dipegang oleh Al-Fadhal Al-Muthi’ Lillah bin Al-Muqtadir
  • Harga meroket sehingga orang-orang makan bangkai dan anjing serta duri-duri yang diremukkan, kematian merebak hingga mereka tak mampu menguburnya dan mayatnya dibiarkan dimakan anjing
  • Adanya sistem feodalisme
  • Muncul konflik etnis antara tentara Daylam dan Turki
  • Paham Syiah berkembang pesat sejak munculnya Daulah Buwaihiyyah
  • 10 Muharram 352 H, Ahmad bin Buwaih mengeluarkan titah untuk mengenang Al-Husain bin Ali dengan meratap, mencabik-cabik pakaian, dan mogok kerja
  • 18 Dzulhijjah 352 H, Ahmad bin Buwaih mengeluarkan perintah agar memperingati Idul Ghadir (Ghadir Khum) yaitu sebuah tempat dimana konon Rasulullah pernah berkata kepada Ali, “Barangsiapa aku dulu sebagai tuannya, maka sekarang Ali Adalah tuannya. Ya Allah tolonglah orang yang menolongnya, dan musuhilah orang yang memusuhinya
  • Pecah peperangan antara Ahlussunnah dan Syiah. Peperangan ini menyebabkan timbulnya kelemahan di hadapan Romawi, hingga bangsa Romawi bisa merebut kembali semua perbatasan negara Islam yang besar, sehingga ditakuti kaum muslimin penduduk Al-Jazirah dan Syam
  • Saat Ahmad bin Buwaih wafat, dia digantikan oleh Bakhtiyar bin Ahmad bin Buwaih
  • Para khalifah Fatimiyyun pindah ke Mesir

974-991 (Dzulqaidah 363 H-Rajab 301 H)

  • Abul Fadhal Abdul Karim Ath-Thai’ Lillah bin Al-Muthi’ bin Al-Muqtadir diangkat sebagai khalifah
  • Dihapuskannya Daulah Hamdaniyah
  • Kerajaan Adhad Ad Daulah (dari keluarga Buwaih) meluas hingga ke Irak, Al-Jazirah, Ahwaz, Persia, Al-Jibal, Ar-Rayy (Raxes) & Jurjan
  • Berdirinya Daulah As-Sabkitikiniyyah (Al-Ghaznawiyyah) 366 H-582 H yang dibangun oleh Sabkatikin

991-1031 (Ramadhan 381 H-Dzulhijjah 422 H)

  • Abul Abbas Ahmad Al-Qadir Billah bin Ishaq bin Al-Muqtadir menjadi khalifah

1031-1075 (Dzulhijjah 422 H-Sya’ban 467 H)

  • Abu Ja’far Abdullah Al-Qaim Biamrillah diangkat menjadi khalifah
  • Banyak terjadi konflik antara Turki, Sultan, Daylam, dan khalifah
  • Berakhirnya masa keluarga Buwaih yang cenderung kepada Syiah.
  • Berkembangnya era pengaruh Turki Saljuk
  • Terjadinya konflik Ahlussunnah dan Syiah

Era Pengaruh Turki Saljuk

Keluarga Saljuk berasal dari suku Al-Ghuzz Turki, yaitu salah satu klan yang menetap di negara Turkistan di bawah pemerintahan raja Turki. Garis keturunan keluarga Saljuk yaitu Saljuk bin Tuqaq yang meninggal dunia dalam usia 170 tahun. Saljuk memiliki tanda-tanda kecerdasan, kemudian raja Turki mendekatinya, namun setelah itu merasa takut kepadanya. Hal ini dirasakan Saljuk, lantas ia mengumpulkan keluarga besarnya dan berimigrasi ke wilayah Islam serta masuk Islam. Setelah itu ia melancarkan serangan ke Turki.saljuk juga pernah diminta bantuan oleh Samaniyyun untuk menangkis serangan Turki ke negara mereka.

Keadaan seperti ini berlangsung hingga cucunya yang bernama Thugrul Bek dan Daud Ja’far Bek, yang selanjutnya memiliki kekuasaan terhadap keluarga mereka. Keduanya bersama keluarga besar pindah ke Bukhara dan menetap disana. Hanya saja gubernur Bukhara takut kepada keduanya, sehingga keduanya meninggalkan Bukhara menuju Turkistan yang berada di bawah kekuasaan Bughra Khan. Kemudian pecah perselisihan antara mereka yang berakhir dengan ditahannya Thugrul Bek, hanya saja Daud mampu memperdaya Bughra Khan dan menyelamatkan saudaranya Thugrul Bek. Setelah itu mereka hijrah ke Daulah Samaniyah dan menetap disana. Sayangnya Daulah Samaniyah sedang berada di ambang keruntuhan, dimana muncul kekuatan baru yaitu Ghaznawiyyun, sehingga terjadilah bentrokan dengan mereka. Bentrokan berakhir dengan ditawannya Arselan Saljuk, paman Thugrul Bek. Lalu terjadi perdamaian antara Dinasti Saljuk dan Dinasti Ghaznawi, dimana pemimpin Dinasti Saljuk memegang kekuasaan beberapa kota dan wilayah, serta melepaskan tawanan paman mereka, Arselan.

Pada tahun 429 H, pertikaian terjadi kembali antara Dinasti Saljuk dan Dinasti Ghaznawi. Dalam konflik ini Thugrul Bek dapat menguasai Merv dan namanya disebutkan dalam khutbah jumat dengan sebutan ‘Malikul Muluk’

Pada tahun 432 H, Thugrul Bek menguasai Naisabur, Georgia, dan Thibristan. Kemudian pada tahun 433 H, dapat menggabungkan Karman dan Daylam. Pada tahun 434 H, Thugrul Bek dapat menguasai Khawarizm, dan konflik pun beralih pada Dinasti Buwaihi.Thugrul Bek kemudian memasuki Isfahan, dan terjadilah kesepakatan dengan Dinasti Buwaihi sehingga Thugrul Bek menikahi putri Abu Kalijar Al-Buwaihi, sebagaimana Abu Manshur bin Abi Kalijar menikahi putri Daud, saudara Thugrul Bek.

Konflik Thugrul Bek kemudian berpidah melawan Romawi, sehingga ia memerangi mereka dan berhasil meraih kemenangan. Selanjutnya diadakan gencatan senjata dengan syarat di Konstantinopel harus dibangun sebuah Masjid.

Dinasti Saljuk membagi-bagikan negara luas yang berada di genggaman mereka. Kemudian dipilih Thugrul Bek sebagai raja dan memilih Raxes sebagai ibukota negaranya. Thugrul Bek meminta izin khalifah Al-Qaim untuk masuk ke Baghdad. Peristiwa ini terjadi pada 447 H. dengan demikian Dinasti Saljuk menggantikan era Dinasti Buwaihi.

1075-1094 (Sya’ban 467 H-Muharram 487 H)

  • Al-Muqtadi Biamrillah Abul Qasim Abdullah bin Al-Amir memegang posisi kekhalifahan pada usia 20 tahun
  • Al-Muqtadi merupakan sosok pemberani dan perkasa, seluruh kehidupannya penuh berkah dan kekhalifahan sangat diagungkan
  • Kaum bisa merebut kembali Ar-Reha dan Antiokia dari tangan musuh
  • Baghdad menjadi makmur, semua menteri adalah orang-orang pilihan
  • Kedai-kedai arak, kafe musik, rumah prostitusi dihancurkan
  • Sekolah-sekolah yang dikenal dengan nama An-Nizhamiyah didirikan di seluruh kota dan negara.
  • Sultan Malik Syah As-Saljuqi merupakan sosok yang adil dan gagah. Ia meninggal 35 hari setelah pembunuhan para menteri oleh para pengadu domba.

1094-1118 (Muharram 487 H-Rabi’ul Akhir 512 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Abul Abbas Ahmad Al-Mustazhir Billah yang merupakan sosok yang ramah dan berakhlak mulia serta bersungguh-sungguh dalam melakukan kebajikan
  • Kerajaan Irak diduduki oleh Barkiyaq bin Malik Syah, seorang raja yang kurang pandai memilih para pembantunya
  • Pasukan Eropa mulai menyerang negara-negara Islam dan menyelamatkan Baitul Maqdis sebagaimana mereka perkirakan.

1118-1135 (Rabi’ul Akhir 512 H-Dzulqaidah 529 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Abu Manshur Al-Fadhal Al-Mustarsyid Billah bin Al-Mustazhir yang merupakan sosok yang fasih dan bagus tulisannya
  • Terjadi beberapa peperangan di kalangan keluarga Sultan untuk mendapatkan kekuasaan

1136-1160 (Dzulhijjah 530 H-Rabi’ul Awal 555 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Al-Muqtafi Liamrillah Abu Abdillah Al-Husain bin Al-Mustazhir setelah sebelumnya posisi kekhalifahan sempat dipegang oleh Ar-Rasyid selama 1 tahun
  • Berakhirnya era kekuasaan keluarga Saljuk secara keseluruhan

1160-1170 (Rabi’ul Awal 555 H-Rabi’ul Akhir 566 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Al-Mustanjid Billah Abul Muzhaffar Yusuf bin Al-Muqtafi yang dianggap sebagai khalifah Abbasiyah yang paling baik
  • Pada masa pemerintahannya area peperangan pasukan salib dan kaum muslimin semakin luas diantaranya Syam dan Mesir

1170-1180 (Rabi’ul Akhir 566 H-Dzulqaidah 575 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Al-Mustadhi Biamrillah bin Al-Mustanjid Billah
  • Daulah Fathimiyyah runtuh di tangan Daulah Ayyubiyah pada 567 H.

1180-1225 (Dzulqaidah 575 H-Ramadhan 622 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh An-Nashir Lidinillah Abul Abbas Ahmad bin Al-Mustadhi
  • Kerajaan Dinasti Saljuk berakhir di Irak pada 590 H dengan terbunuhnya Thugrul bin Arselan ditangan Khawarizm Syah Alauddin Tukusy.
  • Munculnya Bangsa Tartar

Asal-usul bangsa Tartar

Tartar adalah bangsa nomaden yang hidup di pelosok gurun Ghobi, berbatasan dengan Cina. Bangsa ini merupakan penduduk padang pasir; terkenal suka melakukan kejahatan dan penghianatan. Mereka hidup dari menggembala ternak dan membangun tatanan kehidupannya berdasarkan kesukuan. Bangsa ini mematuhi para pemimpinnya secara penuh, menyukai peperangan, pencurian, dan menyembah binatang. Mereka bersujud kepada matahari saat terbit; makan semua jenis hewan hingga anjing. Agama kuno mereka dikenal dengan Shamanisme. Mereka sangat mensucikan roh-roh nenek moyang. Sebenarnya Tartar merupakan asal berbagai kabilah yang darinya muncul berbagai etnik bangsa seperti Saljuk, Mongol, Turki, dll. Ada pendapat mengatakan bahwa sebenarnya Tartar dan Mongol merupakan dua saudara. Mongol dan dua etnik lainnya berkuasa saat Jengis Khan meluluhlantakkan berbagai negara. Saat ini nama Tartar disandangkan kepada suku yang hidup di Rusia dan Siberia serta semenanjung Krimea. Terkadang juga kata Mongol dinisbatkan kepada suku-suku yang sekarang berada di Cina dan Afganistan. Bangsa Mongol inilah penguasa pada masa Jengis Khan dan nama mereka mencakup semua kabilah.

Jengis Khan adalah sosok yang memiliki semangat tinggi. Setelah kalah berkompetisi melawan suku Tartar, ia menggabungkan semua sukunya hingga imperiumnya menjadi sangat luas dan Imperium Mongol ini berpusat di Karakorum. Masyarakat yang hidup dibawah Imperium Mongol ini memiliki sebuah kitab suci yang ditulis sendiri oleh Jengis Khan yaitu Yassa.

Khalifah pernah mengundang Tartar datang ke kerajaan Khawarizm Syah dengan tujuan agar kekuasaan hanya dipegang oleh khalifah seorang. Antara Kharizm dan Jengis Khan tidak ada masalah karena mereka memiliki kesepakatan damai. Akan tetapi hal ini berubah sejak 615 H. beberapa peperangan terjadi hingga Jengis Khan berhasil meluluhlantakkan Bukhara dan Samarkhand. Saat Jengis Khan merasa kematiannya semakin dekat, ia membagi imperiumnya menjadi empat dan dibagi-bagikan kepada putra-putranya. Jengis khan meninggal dunia pada 624 H.

1225-1226 (Syawal 622 H-Rajab 623 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Abu Nashar Azh-Zahir Biamrilah Muhammad bin An-Nashir
  • Ia mampu memperbaharui keadilan seperti saat kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Azis.

1226-1242 (Rajab 623 H-Jumadil Akhir 640 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Al-Mustanshir Billah Abu Ja’far Manshur bin Azh-Zhahir
  • Ia banyak membangun mesjid-mesjid dan madrasah. Salah satunya madrasah Al-Mustanshiriyah di Baghdad yang diperuntukkan bagi empat madzhab.

1242-1258 (Jumadil Akhir 640 H-Muharram 656 H)

  • Posisi kekhalifahan dipegang oleh Al-Musta’shim Billah
  • Memasuki 656 H, pasukan Tartar menggempur Baghdad dan membunuh banyak penduduk hingga khalifahnya.
  • Memasuki awal tahun ini, bala tentara Tartar sudah menginvasi Baghdad ditemani dua Amir salah satunya Hulegu Khan. Pasukan Tartar dibantu oleh penguasa Mosul yang bernama Lu’lu’ seorang warga Armenia
  • Baghdad menjadi tempat yang bangunan-bangunannya telah roboh hingga hingga memenuhi reruntuhan atap-atapnya; penghuninya hanya orang-orang abnormal, sementara mayat-mayat bergelimpangan di jalan-jalan laksana bukit. Lalu hujan turun hingga bentuknya berubah dan baunya menyengat ke seluruh negeri serta udara berubah. Akibatnya muncul wabah penyakit sehingga menjalar dan merebak di udara hingga mencapai Syam.

Sumber :

1. Ensiklopedi Sejarah Islam Oleh Tim Riset dan Studi Islam Mesir

2. History of Arabs Oleh Philip K. Hitti

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s