Al-Razi : Pakar Penyakit Bisul dan Cacar Air

Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Zakariyya Al-Razi (Rhazes) yang hidup di zaman Dinasti Abbasiyah (865-925 M), yang biasa disebut dengan Al-Razi sesuai dengan tempat kelahirannya, Rayy dekat Teheran ibukota Iran. Bisa jadi ia merupakan “dokter muslim terbesar dan sebenarnya, serta penulis paling produktif”. Ketika mencari tempat baru untuk membangun rumah sakit besar di Baghdad, tempat ia kemudian menjabat sebagai kepala dokter, diriwayatkan bahwa ia menggantung sekerat daging di tempat-tempat yang berbeda untuk melihat tempat mana yang paling sedikit menyebabkan pembusukan. Ia juga dipandang sebagai penemu prinsip seton dalam operasi.

Al-Razi telah menulis tidak kurang dari 113 buku tebal dan 28 judul buku tipis, yang 12 diantaranya membahas ilmu kimia. Salah satu karya utamanya dalam bidang kimia, kitab Al-Asrar (buku tentang rahasia), setelah melewati sejumlah penyuntingan, diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh seorang penerjemah terkemuka, Gerard dari Cremona (w. 1187) dan menjadi sumber utama ilmu kimia hingga digantikan oleh karya Al-Jabi (Geber) pada abad ke-14. Ketika berada di Persia, Al-Razi menulis untuk Manshur Ibnu Ishaq Al-Samani dari Sijistan sebuah karya setebal 10 jilid, yang berjudul kitab Al-Thibb al-Manshuri. Terjemahan bahasa latin karya tersebut (Liber Almansoris) pertama kali diterbitkan di Milan pada 1480-an. Beberapa bagian dari buku tersebut telah diterjemahkan kedalam bahasa Perancis dan Jerman.

Di antara monografnya yang paling terkenal adalah risalah tentang bisul dan cacar air (al-Judari wa al-hashbah), dan menjadi karya pertama dalam bidang tersebut, serta dipandang sebagai mahkota dalam literatur kedokteran Arab. Di dalamnya kita dapat menemukan catatan klinis pertama tentang penyekit bisul. Diterjemahkan ke dalam bahasa latin di Venesia pada 1565, kemudian ke beberapa bahasa modern, risalah tersebut telah membangun reputasi al-Razi sebagai seorang pemikir orisinal paling tejam dan dokter terbesar, bukan saja dalam Islam, tapi juga pada abad pertengahan. Karya utamanya adalah al-Hawi (buku yang komprehensif), yang pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa latin dengan dukungan dari Dharles I dari Anjou, oleh seorang dokter Yahudi dari Sisilia, Faraj ben Salim pada 1279. Dengan judul Continens, buku itu dicetak ulang sejak 1486, yang edisi kelimanya terbit di Venesia pada 1542. Seperti yang tercermin dari judulnya, buku ini dimaksudkan sebagai ensiklopedia kedokteran. Selain merangkum pengetahuan kedokteran Yunani, Persia, dan Hindu yang telah dikuasai oleh orang Arab saat itu, buku tersebut juga memuat kontribusi orisinal mereka dalam bidang kedokteran. Dicetak ketika teknik percetakan masih primitif, karya-karya Al-Razi tentang kedokteran ini selama berabad-abad telah memberi pengaruh besar terhadap pemikiran orang Barat Latin. Gambar Al-Razi menghiasi ruang besar fakultas kedokteran di Universitas Paris

Sumber : History of the Arabs Oleh Philip K. Hitti

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s