Al-Sabiqun al-Awwalun (Putri-Putri Rasulullah)

Zainab, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Ruqayyah masuk Islam segera setelah mendengar seruan ayah mereka. Mereka merupakan putri-putri yang mendapat pengaruh besar dari ayahanda mereka. Memiliki sifat luhur dan istiqamah, mereka sama sekali tidak tersentuh oleh tradisi jahiliyah yang pagan dan suka berbuat dosa. Akibat pengaruh pribadi Rasulullah yang begitu kuat terhadap mereka, tidak diragukan lagi mereka akan segera menyambut seruan dakwah Rasulullah. Dengan demikian jadilah keluarga Rasulullah merupakan keluarga pertama kali menegakkan syariat Islam. Selanjutnya, keluarga dan rumah inilah yang banyak memainkan peranan penting sepanjang perjuangan dakwah Islam. Tidak lain hal ini disebabkan oleh karunia “inisiasi” dalam memeluk Islam yang telah membuahkan keistimewaan dan kekhususan di antara rumah atau keluarga yang lain. Diantara keistimewaan tersebut adalah :

  1. Tempat pertama kali dibacakannya wahyu Allah setelah gua Hira
  2. Rumah pertama tempat berkumpulnya orang-orang pertama kali beriman
  3. Rumah yang pertama kali didirikan sholat didalamnya
  4. Rumah yang mengumpulkan 3 orang generasi awal umat Islam yaitu Khadijah, Ali, dan Zaid.
  5. Rumah yang menjadi saksi ditegakkannya janji bahwa para anggotanya-tua dan muda-akan selalu menyokong usaha dakwah.

Dengan berbagai keistimewaan di atas, tidak heran jika rumah Nabi menjadi sebuah rumah teladan di samping para anggotanya pun juga menjadi panutan. Dan kepala rumah tangganya pun harus menjadi teladan bagi seluruh kepala keluarga muslim. Sebuah keluarga dimana sang istri adalah seorang wanita shalihah yang setia, ikhlas, dan selalu mendampingi perjuangan suaminya; keponakan yang ikut ditanggung, setia dan penurut, bahkan sering kali dia menjadi teman Rasulullah; “anak angkat yang banyak membantu pekerjaan; dan putri-putri yang mukminah yang patuh dan menjadi teladan banyak orang.

Demikianlah rumah nabi menjadi rumah teladan, dan menjadi kewajiban kita untuk menjadikannya sebagai stereotipe bagi rumah-rumah kaum muslimin, bagi para wanita dan laki-laki beriman.

Sebuah fakta yang sangat jelas diperlihatkan dalam keluarga Nabi Muhammad bahwa metode yang ditetapka Tuhan dalam membentuk sebuah masyarakat saleh adalah dengan membentuknya dari keluarga saleh pula, sebagai mata rantai pertama dari sebuah pendidikan dan pembentukan karakter.

Sumber : Sejarah lengkap Rasulullah Oleh Prof. DR. Muhammad Ali Ash-Shalabi

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s