Basrah : Venesia Timur Tengah

Basra

“Venesia Timur Tengah”, begitulah julukan kota Basrah-sebuah provinsi di Irak. Kota yang memiliki sejumlah terusan (Kanal) itu memiliki peranan yang terbilang sangat penting dalam sejarah awal Islam. Terletak di sepanjang sungai Shatt Al-Arab dekat Teluk Persia, Basrah sempat menjelma menjadi kota metropolis peradaban dan perdagangan di era kekhalifahan Abbasiyah.

Ketika Baghdad-ibu kota Dinasti Abbasiyah mencapai kejayaannya-pada saat yang bersamaan Basrah pun tumbuh menjadi kota penting dalam peradaban Islam. Kota Basrah yang berjarak 545 KM dari Baghdad itu mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-8 M. Tak heran jika Basrah bersaing menjadi kota metropolis peradaban dan intelektual dengan Baghdad pada era keemasan Islam.

Sederet ilmuwan terkemuka yang telah mengharumkan nama Islam terlahir di Basrah. Diantara sederet sarjana dan ilmuwan Muslim yang terlahir dari kota Basrah itu antara lain; Abdul Malik bin Quraib Al-Asma’i (739-831), seorang ahli zoologi yang sangat terkenal; Abu Bakar Muhammad bin Al-Hasan bin Duraid, geografer dan geneolog kondang Al-Jahiz (776-868 M) sastrawan Islam klasik yang kesohor; serta Ibnu Al-Haitham (965-1039), seorang fisikawan fenomenal.

Selain itu juga ada ahli tata bahasa Arab terkemuka seperti Sibawaih dan Al-Khalil bin Ahmad, beberapa ahli sejarah terkemuka pun ternyata terlahir di kota ini seperti, Abu Amr bin Al-Ala, Abu Ubaida, Al-Asmai serta Abu Al-Hasan Al-Madani. Selain memiliki sastrawan kondang seperti Al-Hijaz, dari Basrah juga lahir beberapa sastrawan seperti Ibnu al-Mukaffa dan Sahl bin Harum.

Kota yang dikenal sebagai penghasil kurma berkualitas tinggi itu didirikan oleh umat Islam pada 636 M-era kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab. Pada tahun itu tentara Islam yang mulai melakukan ekspansi di bawah komando Utba bin Ghazwan berhasil menaklukkan wilayah itu dari kekuasaan kerajaan Sasanid. Di daerah yang awalnya bernama Vahestabad Ardasir itu, pasukan Islam berkemah.

Umat Islam kemudian menjadikan daerah itu sebagai basis pertahanan saat melawan imperium Sasanid. Sejak saat itu daerah tersebut pun diberi nama Basrah (bahasa Arab) yang berarti mengawasi atau memantau. Dari daerah itulah tentara Islam memantau pergerakan militer Sasanid. Kata Basrah juga bisa berarti Kerikil hitam.

Secara resmi pada tahun 639 M, Khalifah Umar menjadikan Basrah sebagai ibu kota provinsi dengan wilayah kekuasaan meliputi lima daerah. Abu-Musa Al-Asha’ari ditunjuk sebagai gubernur pertama Basrah. Setelah itu dari masa ke masa pemerintahan Khulafa Ar-Rasyidin yang berpusat di Madinah mengangkat gubernur untuk Basrah.

Dari tahun ke tahun, Basrah tumbuh sebagai sebuah kota . pada tahun 771 M, Ziad bin Abi Sufyan mulai mengembangkan Basrah menjadi kota yang besar. Kota itupun berkembang dengan cepat berkembang menjadi sebuah metropolis dunia yang terkemuka pada abad ke-8 M. Pada abad itulah, Basrah mencapai puncak kejayaannya. Jumlah penduduknya pun mencapai 200-600 ribu jiwa.

Selain menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan, Basrah juga telah berkembang menjadi salah satu metropolis besar dan pusat perdagangan yang kesohor. Salah satu sumber mata pencarian rakyat Basrah adalah pertanian. Kota yang memiliki tujuh pelabuhan besar itu menjadi tempat persinggahan para saudagar. Yang menarik bagi para saudagar dari berbagai belahan dunia, pelabuhan Basrah bisa disinggahi kapal-kapal besar.

Sejak dahulu kala, Basrah terkenal dengan kanalnya. Jumlah kanal yang dibangun mencapai 100 ribu, sebanyak 20 ribu di antaranya bisa dilalui kapal. Nahr Ma’kil merupakan saluran utama yang menghubungkan Basrah ke Baghdad.

Kanal utama itu dibangun pada era kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab. Kanal utama lainnya di kota itu adalah kanal Ubullah yang menghubungkan Basrah ke arah tenggara. Itulah mengapa, Basrah kerap dijuluki Venesia Timur Tengah. Venesia merupakan salah satu provinsi di Italia yang memiliki ribuan kanal.

Sumber : Menyusuri kota jejak kejayaan Islam Oleh Tim Penulis Republika

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s