Jejak Peradaban Islam di Valencia

Valencia

Peradaban Islam menemukan lahan subur untuk berkembang, salah satunya adalah Valencia, Spanyol. Di kota tersebut, ditemukan ragam kontribusi umat Islam dalam pengembangan peradaban yang akhirnya menyebar di Eropa.

Dalam bidang teknik, ada peninggalan berupa bendungan dan saluran irigasi. T Glick dalam bukunya Islamic and Christian Spain in the Early middle Ages mengatakan Valencia merupakan salah satu bukti kecerdikan Muslim dalam pembuatan sistem irigasi.

Menurut Glick, distribusi air di antara delapan kanal yang ada di Valencia merupakan contoh sangat berguna dalam sistem irigasi. Sebab, prinsip-prinsip yang digunakan menjadi ciri dalam pengaturan distribusi model Islam.

Sungai yang digunkan untuk penerapan sistem irigasi, saat masa Romawi dikenal sebagai Sungai Turia, namun pada masa Islam disebut Wad Al-Abyad atau Guadalviar. Sungai ini dibagi kedalam beberapa bagian yang membentuk saluran air. Terdapat 24 unit saluran air.

Sistem pengairan seperti ini merupakan standar yang berlaku di dunia Islam dan berkaitan erat dengan perhitungan 24 jam dalam sehari. Menurut Glick aliran air ini digunakan untuk berbagai macam keperluan seluruh warga Valencia.

Pada saat air belimpah, masing-masing saluran air akan mengambil air dari sungai sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Namun ketika masa kering tiba, saluran air akan memasok air dengan jumlah yang proporsional.

Tak hanya konstruksi dan sistem pengairan, peradaban Islam di Valencia juga menjadikan kota ini sebagai pusat pembuatan kertas, tepatnya di Jativa atau Xativa. Pada masa itu bahan baku kertas berupa kapas.

Menggunakan kapas sebagai bahan baku merupakan terobosan pemikiran dan eksperimen yang dilakukan para pembuat kertas Muslim di wilayah tersebut. Seorang ahli geografi Muslim, Al-Idrisi, juga menceritakan tentang pabrik kertas yang ada di Xativa yang ia sebut Shatiba.

Menurut Idris, kertas yang dihasilkan di pabrik kertas Xativa lebih halus daripada kertas yang diproduksi di tempat lain. Tak heran produk kertas ini banyak disukai banyak kalangan dan mendorong ekspor, baik ke wilayah barat maupun timur. Bahkan pada waktu wilayah kristen Eropa masih menggunakan perkamen untuk menulis, pabrik-pabrik kertas di Xativa telah memproduksi kertas dalam jumlah besar. Tekstur kertas yang dihasilkan Xativa patut diacungi jempol.

Berawal dari pabrik kertas ini, kota Valencia berubah menjadi psat publikasi di Spanyol. Diyakini Alkitab pertama berbahasa Romawi dipublikasikan pada 1478 M di kota ini.

Selain kertas, Valencia juga dikenal sebagai pusat pengembangan kerajinan kulit dan keramik. Piring-piring yang dibuat di Valencia mendapat sambutan luar biasa baik di Spanyol maupun dunia internasional. Industri tekstil dan pembuatan kapal juga bertebaran di Valencia. Industri tersebut mampu menyerap banyak tenaga kerja. Peran pengrajin muslim dalam menyebarkan teknik Islam dalam pembuatan keramik sangat besar.

Jejak peradaban Islam lainnya di Valencia adalah pembangunan rumah sakit jiwa pada 1409 M. Ini merupakan pembangunan rumah sakit jiwa pertama di Eropa. Rumah sakit tersebut bernama The Casa Dels Folls yang juga dikenal sebagai Hospital d’Ignoscents. Namun menurut ilmuwan RB Smith, rumah sakit sejenis ini elah didirikan oleh orang Mesir pada 1304 M. Rumah sakit jiwa yang didirikan di Eropa mencontoh rumah sakit Valencia tersebut. Pembangunan rumah sakit ini mendorong berkembangnya imu kedokteran di Valencia.

Tradisi ilmiah juga berkembang di kota ini. tak hanya ilmu pasti, tapi juga ilmu sejarah, sastra, dan salah satu indikasinya adalah adanya syair dan sajak. Dalam bidang ilmu pengetahuan muncul sejumlah nama seperti Ibnu Jubair. Ia menuliskan sejarah Islam dan kehidupan Muslim baik yang ada di Spanyol maupun di wilayah Islam lainnya. Ada pula Arnau of Villanova yang merupakan penduduk Valencia, tak lama setelah kota tersebut di bawah kekuasaan Islam, ia menguasai bahasa Arab dan antusiasmenya terhadap kedokteran Islam membuatnya menerjemahkan karya-karya dokter Muslim ternama.

Villanova menerjemahkan Risala fi Maarifat Quwa’l Adwiya al-Murakkaba yang ditulis Al-Kindi ke dalam bahasa Latin, De Medicinarum Compositarum Gradibus, juga karya Qusta Ibn Luqa, De Physics Ligatures, dan karya Ibnu Sina, De Viribus Cordi. Tumbuhnya tradisi ilmiah di Valencia telah menjadikan kota ini memiliki peran cukup besar dalam mentransfer ilmu pengetahuan ke wilayah Eropa.

Sumber : Menyusuri kota jejak kejayaan Islam Oleh Tim Penulis Republika

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s