Yordania : Negeri Penjaga Masjid Al-Aqsa

Petra-Jordania

Yordania, negeri yang terletak di semenanjung Arab itu boleh dibilang memiliki keterkaitan dalam kehidupan Rasulullah SAW. Ketika Muhammad lahir pada 12 Rabiul awal tahun gajah, nun jauh di Umm Ar-Rasas yang terletak di selatan Madaba – salah satu daerah di Yordania – Hanif Zeid bin Amr bin Nufayl mengungkapkan sebuah prediksi bahwa di Makkah akan muncul seorang Rasul yang membawa ajaran agama seperti yang dibawa nabi Ibranim.

Ramalan tersebut akhirnya benar-benar terbukti. Ajaran Islam yang disampaikan Rasulullah SAW akhirnya mulai bersemi di wilayah Yordania di era kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 636 M. Di bawah komando Khalid bin Walid, pasukan tentara muslim berhasil menaklukkan tanah Yordania setelah memenangkan pertempuran melawan pasukan kerajaan Bizantium di wilayah sungai Yarmuk yang kini menjadi perbatasan Yordania dan Suriah.

Yordania dikuasai muslim setelah perang selama 10 tahun. Dalam dua pertempuran sebelumnya, pasukan Islam belum mampu menembus pertahanan Bizantium di kota Mu’ta – sebelah selatan Amma, ibukota Yordania. Keberhasilan tentara muslim menguasai Yordania sekaligus menjadi jalan pembuka masuknya ajaran Islam ke wilayah Suriah serta Palestina.

Umar bin Khattab menerima langsung penyerahan Yordania, Suriah dan Palestina dari bangsa Romawi pada tahun 636 M. Meski Umar membebaskan penduduk Yordania menjalankan agama dan keyakinan yang telah mereka anut, namun kehadiran Islam serta bahasa Arab disambut masyarakat kedua negeri itu dengan penuh antusias. Maka jadilah Islam sebagai agama mayoritas di negeri tersebut.

Setelah era kekhalifahan khulafa Ar-Rasyidin berakhir, wilayah Yordania secara turun temurun dikuasai oleh dinasi Islam dari zaman ke zaman. Di era kekuasaan dinasti Umayyah (661-750), masyarakat yang tinggal di wilayah Yordania berada dalam kemakmuran, karena Yordania dekat dengan pusat kekuasaan Umayyah yang terletak di kota Damaskus, Suriah.

Yordania dikenal sebagai kawasan jalur perdagangan. Karena itu penguasa Dinasti Umayyah membangun tempat peristirahatan para kafilah atau caravanserai. Selain itu di negeri Yordania juga dibangun tempat pemandian, kompleks berburu serta istana yang terletak di sebelah timur padang pasir Yordania. Istana itu dikenal dengan nama “Desert Castles” atau istana padang pasir.

Salah satu karya penguasa Umayyah yang paling artistik di Yordania adalah bangunan kamar mandi Qusayr ‘Amra yang berkubah tiga. Pada era kekuasaan khalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 691, dinasti Umayyah membangun masjid Kubah Batu atau Dome of Rock di Al-Quds alias Yerussalem. Selama menguasai kawasan Yordania, penguasa dinasti Umayyah lebih memprioritaskan penyebaran Islam dan perluasan wilayah kekuasaan.

Pada abad ke-9 M, dinasti Abbasiyah menjadikan Yordania sebagai salah satu wilayah pengembangan ilmu pengetahuan serta peradaban Islam. Memasuki pertengahan abad ke-10 M, wilayah Yordania mulai diambil dinasti Fatimiyah dari Mesir. Dinasti itu menguasai Yordania pada tahun 969 M. Wilayah Yordania pada tahun 1099 sempat dikuasai pasukan tentara perang salib. Kawasan tersebut juga ikut dicaplok orang Nasrani yang dengan membabi buta membantai oarng-orang yang tak bersalah demi menguasai Yerussalem dari kekuasaan umat Islam.

Kekuasaan tentara perang Salib di Yordania berakhir ketika pasukan tentara muslim yang dipimpin oleh Salahuddin Al-Ayyubi pada tahun 1187 berhasil mengusir Crusader dari Yerusalem. Berbeda ketika Tentara perang Salib menginvansi Yerusalem, dalam pembebasan Yerusalem tak sampai terjadi pembantaian. Kebebasan menjalankan agama kembali ditegakkan.

Setelah itu, Yordania dikuasai Dinasti Ayyubiyah yang didirikan Salahudin Al-Ayyubi. Dinasti itu menguasai Yordania, Mesir, dan Suriah selama 80 tahun. Pada tahun 1258 bangsa Mongol yang dikenal sadis terus melakukan invansi ke sejumlah wilayah timur. Untungnya invansi tersebut tidak sampai menembus Yordania karena berhasil diusir Sultan Baibars dari Dinasti Mamluk. Pasukan tentara Mamluk berhasil memukul mundur pasukan Mongol dalam pertempuran di Ein Jalut.

Yordania kemudian berada di bawah kekuasaan Dinasti Mamluk yang berpusat di Kairo. Saat itu penduduk Yordania berada dalam kemakmuran. Pada masa itu Yordania menjadi produsen gula.

Kini Yordania merupakan sebuah kerajaan yang terletak di barat laut semenanjung Arab. Negeri yang berada di sebelah timur Irak dan Arab Saudi itu memegang peranan penting dalam sejarah pearadaban Islam. Salah satu kontribusi penting yang dilakukan Yordania hingga saat ini adalah memelihara dan merawat masjid Al-Aqsa. Masjid suci yang berlokasi di Yerusalem itu perawatannya dibiayai oleh Departemen Waqaf Yordania. Inilah negara muslim yang paling merasakan konflik yang terjadi antara Islam dan Yahudi yang memperebutkan wilayah Palestina.

Selama empat abad Yordania berada dalam kekuasaan Ottoman Turki setelah berakhirnya Dinasti Mamluk. Imperium Usmani Turki merasa perlu menguasai Yordania karena letak geografisnya yang strategis. Ottoman merasa perlu mengendalikan Yordania, karena wilayah itu merupakan rute yang biasa dilalui oleh umat Islam yang ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah.

Penguasa kerajaan Usmani Turki membangun beberapa benteng segi empat di Qasr al-Dab’a, Qasr Qatraneh dan Qal’at Hasa untuk melindungi jamaah haji dari gangguan suku-suku di padang pasir. Bangunan pelindung itu juga menyediakan makanan dan air bagi rombongan jamaah haji dari Turki yang hendak menunaikan rukun Islam kelima.

Era kekuasaan Turki Usmani ditandai dengan pembangunan infrastruktur Yordania, seperti istana As-Qatraneh. Selain itu penguasa Turki juga memangun sekolah, tempat pemandian, sumur, penampungan anak yatim, serta Masjid. Pengerjaan infrastruktur yang paling penting adalah pembangunan jalur kereta api Hijaz yang menghubungkan Damaskus ke kota Madinah Al-Munawarah pada 1908.

Setelah empat abad Usmani Turki menguasai Yordania terjadilah pemberontakan. Syarif Husein bin Ali dari Makkah memimpim pemberontakan melawan Turki. Dalam perang dunia 1 (1914-1918), putera Husein bernama Faisal memimpin tentara arab elawan Turki. Tentara Arab memihak sekutu untuk menjatuhkan kekuasaan Usmani Turki.

Akibat perang itu, Turki mengalami kekalahan. Terhitung tahun 1920, wilayah timur dan barat sungai Yordan dicaplok Inggris. Di tahun itu, Faisal yang berkuasa di Damaskus didepak Prancis. Namun, setahun kemudian Faisal kembali diangkat pemerintah Inggris menjadi raja di Irak.

Inggris lalu membagi wilayah Yordania menjadi dua. Bagian timur yang biasa disebut Trans-Yordania memiliki pemerintahan sendiri dalam bentuk Emirat. Emirnya diserahkan kepada Abdullah, putera Syarif Husein yang lainnya. Sedangkan bagian barat tetap dikuasai Inggris.

Dalam deklarasi Balfour, yang ditandatangani pada 1917 Inggris berjanji untuk mendirikan sebuah negara yang merdeka untuk orang Yahudi di Palestina. Sejak itulah berdatangan orang Yahudi ke Yerussalem. Pada tahun 1928, Trans-Yordania merdeka, namun Inggris masih campur tangan dalam urusan pertahanan dan keuangan. Yordania baru sepenuhnya merdeka pada 1946.

Sumber : Menyusuri kota jejak kejayaan Islam Oleh Tim Penulis Republika

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s