Jejak Islam di “Negeri K-POP”

Korea

“Negeri ginseng”

Mungkin sebagian orang memerlukan sekitar 10 detik untuk mengingat-ingat, “Negeri ginseng….itu…di….”

Lain halnya apabila disebutkan,

“Negeri K-Pop”

Maka reaksinya pasti, “Ah…Korea”

Ya, negeri yang saat ini sedang berada di atas puncak popularitasnya itu (Red : Korea Selatan) akan menjadi salah satu topik dalam situs ini. tentunya kita tidak akan membicarakan mengapa salah satu negara di Asia Timur itu bisa menyebarkan “virus” yang begitu mendunia dalam berbagai bidang (Teknologi, Entertainment, Lifestyle, Pariwisata, bahkan Kuliner). Akan tetapi kita akan sedikit menggali sejarah Islam di “Negeri K-POP” tersebut.

Korea dahulunya adalah sebuah negara yang penuh dengan kemiskinan, kesedihan dan rasa sakit akibat Perang Korea yang pecah pada tanggal 25 Juni 1950. Di atas puing-puing reruntuhan masa peperangan , Islam mulai menancapkan benderanya  oleh Zubercoch dan Abdul Rahman yang berpartisipasi dalam Perang Korea sebagai anggota dinas militer Angkatan Darat Turki PBB dan ditempatkan di Korea . Selama pelayanannya ia membangun sebuah gubuk Quonset yang digunakan sebagai Masjid, di mana ia berkhotbah dan menyebarkan doktrin Islam untuk Rakyat Korea. . Tentara Turki mengajarkan ajaran monoteisme Islam selama perang kepada orang-orang Korea di tenda Masjid yang dibangun di desa-desa pengungsi ajaran monoteisme Islam selama Perang Korea.

Sebagai langkah pertama menuju kerja Islami yang efektif di Korea, didirikanlah organisasi Muslim pertama yang dipimpin oleh Muhammad Umar Kim Jin Kyu. Kemudian , para pemimpin Muslim Korea diundang untuk mengunjungi Negara-Negara Islam dan beberapa Muslim Korea dikirim ke Muslim College Malaysia untuk dilatih sebagai pekerja dan pemimpin Islam Korea masa depan. Delegasi Malaysia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Tuanku Abdul Razak dan istrinya , mengunjungi situs dari masjid yang diusulkan. Kemudian Haji Mohammad Nuh, seorang pejabat pemerintah Malaysia, melihat bahwa basis permanen harus didirikan untuk melaksanakan kegiatan dakwah.

Untuk itu, pemerintah Malaysia menyumbangkan $ 33.000, yang diserahkan kepada Komunitas Muslim Korea untuk membangun masjid pada tahun 1963. Sayangnya, pembangunan masjid tidak dapat diselesaikan karena berbagai alasan di antaranya adalah inflasi. Bukan tugas yang mudah untuk membuat pusat kegiatan dakwah. Banyak kesulitan yang harus dialami dan dipecahkan. Namun, pada akhirnya mereka berhasil mendirikan Korean Islamic Foundation dan disetujui oleh Pemerintah Korea serta terdaftar secara resmi di Kementerian Kebudayaan dan Informasi. (Pendaftaran no. 114, 13 Maret 1967). Dengan demikian , dakwah di Korea mulai terorganisir dan membuka era baru bagi kaum muslim di Korea.

Sebuah mimpi besar yaitu pembangunan Masjid Central akhirnya terwujud pada tahun 1976. Pembukaan Masjid Central dan Islamic Centre adalah poin penting dalam sejarah Muslim Korea. Sekitar 55 perwakilan dari 20 negara menghadiri upacara pembukaan Masjid Central dan Islamic Centre tersebut. Pembukaan Masjid pertama Korea memberikan kontribusi terhadap perkembangan Islam di Korea. Jumlah penduduk Korea yang memeluk agama Islam semakin meningkat.

Salah satu rukum Islam yaitu ibadah haji juga dilaksanakan oleh umat muslim Korea. Kelompok haji pertama dipimpin oleh Haji Subri Seo Jung Gil pada tahun 1960. Pada tahun 1978 sebanyak 130 umat Islam melaksanakan ibadah haji, dan pada tahun 1979 sebanyak 104 orang.

Berikut kronologi perkembangan Islam di “Negeri K-POP” tersebut.

1955 (September) : Imam Zubercoch dan Abdul Rahman , Berpartisipasi dalam Perang Korea sebagai anggota dinas militer , mengajarkan Quran untuk pertama kalinya di Korea.

1955 (Oktober) : Didirikan Komite Muslim Korea (Umar Kim Jin Kyu sebagai Ketua dan Jenderal Muhammad Yoon Doo Young sebagai sekretaris).

1961 (September) : 14 orang yang dipimpin oleh Senator Ubaidulla dari Malaysia tinggal di Korea selama 13 hari.

1962 (Agustus) : Perdana Menteri Malaysia Tuanku Abdul Rahman menyumbangkan $ 33.000 untuk dana pembangunan Central Masjid Muslim Korea.

1963 (Oktober) : Haji Muhammad Noh dari Malaysia mengunjungi Korea dan berjanji untuk mengusulkan kepada pemerintah Malaysia untuk pengembangan Muslim Korea.

1967 (Maret) : Komite Muslim Korea disetujui oleh Departemen Kebudayaan dan Informasi Korea ( Persetujuan No 114, 3 ​​Maret 1967) ( Ketua Suleiman Lee Hwa Shik ) , Sekretaris Jenderal Adul Aziz Kim Il Cho).

1974 (Desember) : Melalui jasa baik almarhum Presiden Park Jung Hee, 1.500 m2 tanah disumbangkan sebagai bangunan situs untuk Masjid Central.

1974 (Mei) : Konstruksi Masjid Central Seoul dan Islamic Center telah selesai dan dibuka secara resmi.

1976 (Desember) : Masjid sementara di Busan dibuka, Kim Myung Hwan mulai menyebarkan dakwah.

1976 (Maret) : Pusat Kebudayaan Islam Korea Dipasang dan dioperasikan di Jeddah, Arab Saudi.

1978 (April) : Masjid sementara dibuka di Yok – ri Gwangjoo – eup, Gyunggi -do, Korea : saudara Abdullah Deuk Juni Lin mulai mengajarkan Islam kepada masyarakat.

1978 (Oktober) : Sebanyak 132 orang berangkat haji ke Makkah (kelompok terbanyak dalam sejarah Korea.

1980 (Mei) : Perdana Menteri Choi Gyu Hwa berjanji kepada Raja Khalid dari Saudia Arabia untuk menyumbangkan tanah untuk pembangunan Korea Islamic College.

1980 (Juli) : 130 ribu Pyongs tanah disumbangkan untuk pembangunan Islamic College di Yongin , Gyunggi -do, Korea.

1980 ( September) : Upacara Pembukaan ​​ Masjid Al – Fatah di Pusan.

1981 (Juni) : Upacara Pembukaan Masjid Kwang – Ju.

1983 (Agustus) : W.A.M.Y. Seoul Regional Camp diadakan di bawah naungan OKI & W.A.M.Y.

1984 (Agustus) : W.A.M.Y. Local Muslim Camp diadakan.

1986 (April) : Upacara pembukaan Masjid Rabitah Al – Alam Al – Islam di Anyang.

1986 (September) : Upacara Pembukaan Masjid Jeon Joo Abu Bakar Sidiq.

Saat ini, Sebagaian besar masyarakat di korea tidak beragama (atheis), yang jumlahnya mencapai sekitar 45%. Kemudian, diikuti dengan pemeluk agama Budha (23%), Kristen (18%) dan Katolik (10%) secara berturut-turut. Tidak lupa, terdapat satu masyarakat minoritas yang menganut agama tauhid yang berusaha untuk tetap eksis di tengah-tengah mayoritas masyarakat pada umumnya. Ya, kelompok minoritas tersebut adalah umat Islam. Meski demikian, sangat berbeda dengan di Indonesia, jumlah penduduk asli Korea yang beragama Islam sampai saat ini tidak lebih 0,1% dari sekitar 50 juta jiwa total populasi penduduk. Di samping jumlah tersebut, terdapat sekitar 200.000 muslim pendatang dari berbagai negara di dunia, baik untuk bekerja, belajar, ataupun menetap di Korea.

Sumber :

http://www.islamkorea.com/english/koreahistoryislam.html

http://muslim.or.id/jejak-islam/gambaran-ringkas-islam-di-negeri-gingseng.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_Korea

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s