Fisik dan Watak Rasulullah (part 2)

Nabi SAW suka menundukkan kepala. Lebih kerap menekuri bumi daripada menatap langit. Tatapannya berwibawa. Jika berbicara tampak cahaya berpijar dari celah-celah giginya. Jika berdiri kakinya tampak kokoh dan tegak. Jika berjalan langkahnya tenang, mantap, lebar, tegar, da awas. Jika menoleh, ia ikut menghadapkan seluruh tubuhnya. Dikawal para sahabat jika berjalan, dan mendahului mengucap salam kepada setiap orang yang dijumpainya.

Keringat Nabi SAW bak kristal-kristal mutiara. Baunya lebih wangi daripada parfum paling wangi manapun. Anas Ibn Malik r.a., pelayan Rasulullah SAW berkata, “belum pernah kucium aroma lebih wangi dibanding aroma Rasulullah.” (HR Ibn ‘Asakir)

Berkaitan dengan sifat ruhani Rasulullah SAW, berikut penuturan para sahabat. Rasulullah SAW lebih suka diam. Wataknya tenang dan berwibawa. Tidak berbicara kecuali hal-hal yang menyenangkan. Beliau selalu dekat dengan semua orang. Berlaku lembut, dan bersimpati kepada mereka sehingga tampak seperti sedih. Setiap saat pikirannya bekerja, nyaris tak kenal rehat. Tidak berbicara ketika tidak perlu. Ketika berbicara beliau membuka dan menutup pembicaraannya dengan fasih. Pembicaraannya singkat tapi padat, terukur dan tertakar sehingga tak lebih dan tak kurang. Halus budi bahasanya, tidak keras dan juga tidak lemah. Sangat menghargai nikmat, betapapun kecilnya. Tak pernah mencela apapun. Tak mencela makanan dan minuman, juga tak pernah memujinya.

Jika menunjuk, Nabi SAW menunjuk dengan tangannya, bukan dengan jari telunjuknya. Jika takjub tangan itu dibalikkannya. Jika berbicara, digerakkannya tangan itu mengikuti pembicaraanya, kadang dengan menaruh jempol tangan kanannya di atas telapak tangan kirinya.

Jika marah menyengkut kebenaran, Nabi SAW tak bisa dibantah sampai kebenaran menang. Namun beliau marah bukan demi kemenangan dirinya. Jika marah beliau berpaling. Jika senang beliau memejamkan mata.

Nabi SAW jarang tertawa. Tak pernah terbahak. Hingga tersenyum hingga terlihat giginya yang putih dan bersih seperti butiran es. Jika tak tahan dan harus tertawa, beliau menutup mulut dengan tangannya. Setiap kali berbicara selalu disertai senyuman. Bicaranya pelan dan tidak tergesa-gesa. Jika diminta mengulangi ucapannya, beliau mengulangi. Jika menghadapi urusan yang meminta perhatian lebih, beliau memegang-megang jenggotnya. Jarang berkelakar, tetapi beliau juga bergurau. Tidak berbicara kecuali yang benar.

Jika sedang menyampaikan khutbah tentang larangan atau ancaman, kedua mata Nabi SAW memerah dan nada suaranya meninggi. Tampak sekali mimik tegas di wajahnya, seolah beliau sedang menyeru pasukan perang. Jika berpidato dalam peperangan, beliau bertumpu pada batang busur, sedangkan di masa-masa damai, beliau berpidato dengan bertumpu pada tongkat. Meski banyak terjun ke medan perang, beliau tak pernah membunuh seorang pun secara langsung. Hanya pernah sekali beliau menikam leher orang kafir yang hendak membunuh beliau. Orang kafir tersebut adalah Ubay Ibn Khalf.

Rasulullah SAW memuliakan orang yang dimuliakan suatu kaum dan mengangkatnya sebagai pemimpin mereka. Mengingatkan orang dan menjaga mereka agar tidak ditimpa keburukan. Merasa kehilangan sahabat-sahabatnya bila tidak kelihatan, dan menanyakan apa yang terjadi pada mereka. Yang baik diakui baik dan dibenarkan, yang buruk diakui buruk dan dijauhi. Tidak pernah menyelewengkan kebenaran. Yang lemah lembut kepada beliau adalah yang terbaik diantara  manusia. Yang paling utama di sisi beliau adalah yang paling banyak menasihati beliau, dan yang paling agung disisi beliau adalah yang paling baik membantu dan melipur hati beliau. (bersambung ke part 3)

Sumber : Pribadi Muhammad SAW Oleh Dr. Nizar Abazhah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s