Fisik dan Watak Rasulullah (part 4)

Jika diberi pilihan, Nabi SAW memilih yang termudah selama itu bukan dosa dan tidak memutuskan silaturrahim. Tapi jika pilihan itu akan merusak silaturrahim, beliau sangat menghindarinya.

Beliau juga memilih hidup sederhana meskipun Allah memberinya pilihan untuk menjadi kaya-raya. Nabi SAW beserta keluarganya tak pernah merasa kenyang tiga hari brturut-turut. Bersama mereka Nabi SAW hidup di bawah garis cukup. Sangat sabar, tak hanya sekali dua kali beiau dililit lapar, karena tak ada makanan yang bisa dimakan. Meski demikian beliau paling dermawan saat memiliki. Beliau memberi tanpa takut miskin, terutama di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW laksana angin yang berembus membawa kebaikan.

Sepanjang hidupnya Nabi SAW dirundung ujian dan cobaan, tetapi beliau menghadapinya dengan sabar. Beliau lahir dalam keadaan yatim, dan ibundanya wafat saat beliau masih kecil. Praktis, selama hidup beliau tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua. Sejak menyerukan dakwah secara terang-terangan, kaum Qiraisy menekan dan mengintimidasinya dengan keras. Beliau diserang, didustakan, dan dituduh tukang sihir. Berkali-kali mereka mengusir dan menyerang hingga Muth’im ibn Adi memberi beliau perlindungan. Tak hanya sekali mereka bersekongkol untuk membunuh beliau. Kendati demikian beliau tidak pernah mendoakan keburukan untuk mereka. Bahkan beliau berdo’a, “Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak tahu.”

Nabi SAW menyaksikan sendiri istri setinya Khadijah wafat dan kemudian disusul oleh pamannya, sang pembela Abu Thalib dan ketiga putrinya satu persatu. Sebelum itu kedua putranya al-Qasim dan Abdullah dan sesudah itu putranya Ibrahim.kematian putra beliau, Ibrahim menorehkan kesedihan yang teramat mendalam, karena beliau teramat menyayanginya. Ibrahim adalah anak yang dinanti-nanti kelahirannya. Saat itu usia beliau telah lanjut dan Ibrahim memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepada beliau.

Lau setelah hijrah ke Madinah, ujian lain muncul dari kaum Yahudi yang licik dan penuh tipu muslihat. Kaum munafik juga menjadi musuh Nabi SAW Yang paling berbahaya. Mereka tak pernah membiarkan Rasulullah hidup tenang dan terus bersekongkol untuk menyakiti beliau. Bahkan mereka menyentuh dan mengusik urusan rumah tangga Nabi SAW. Mereka menuduh dan menyebarkan kabar dusta bahwa Aisyah telah berbuat serong. Akibatnya Nabi SAW bingung dan tertekan.

Rasulullah juga sakit dan berobat. Beliau pernah mengalami sakit kepala yang cukup parah. Dan di penghujung hidupnya beliau merasakan sakratul maut hingga menimbulkan rasa iba keluarganya. Akhirnya beliau menghadap Tuhan dengan rela dan direlakan.

Kehidupan Nabi SAW adalah pelipur lara bagi setiap duka dunia. Siapapun mukmin yang ditimpa musibah, lalu ingat musibah yang dialami Nabi SAW, niscaya dia akan tenang dan bersabar.

Sepanjang hidupnya Nabi SAW benar-benar bersih dari perbuatan jahat. Beliau tak pernah minum khamar, melakukan perbuatan jahiliyah, menyembah berhala, mendekati zina. Adapun pernikaha Nabi SAW dengan sembilan orang wanita baru terjadi saat beliau berusia 50 tahun keatas – usia yang sebenarnya bukan lagi usia syahwat. Terlebih lagi di masa-masa itu siang dan malam beliau sibuk dengan urusan negara, menegakkan fondasi komunitas Islam, serta mempertahankannya dari serangan musuh yang terus bersekongkol menghancurkannya. Situasi dan rintangan yang mesti dihadapi Nabi SAW saat itu benar-benar menggentarkan siapapun termasuk orang terkuat sekalipun. Ditambah lagi istri-istri yang beliau nikahi itu sudah janda dan dinikahi dengan alasan tertentu. Hanya Aisyah binti Abu Bakar yang perawan. Padahal, kalau mau beliau bisa menikahi siapapun perawan yang beliau inginkan.

Nabi SAW memiliki akal kuat, pemahaman akurat, serta indera dan organ tubuh yang kuat. Gerak-geriknya sederhana. Tertib dan cermat dalam segala hal. Santun dan baik dalam pergaulan. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, niscaya mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (Ali Imran ayat 159). Sungguh engkau berada di atas budi pekerti yang agung. (Al-Qalam ayat 4).

Nabi SAW menjadi teladan utama tentang menghormati yang tua, mengasihi yang muda, dan toleran kepada sesama. Wajah beliau senantiasa terlihat cerha ceria. Raut mukanya menggambarkan wibawa dan kemuliaan dirinya. Ketika didekati dan dikenali, pancaran dirinya membuahkan cinta.

“Belum pernah orang yang seindah dan sebaik Rasulullah, baik dulu maupun sekarang.” Ucap seorang sahabat yang kehabisan kata-kata untuk menggambarkan beliau.

Hassan ibn Tsabit bersajak :

Tak pernah mata manusia melihat orang sebaik dirimu

Belum pernah wanita melahirkan orang seindah dirimu

Sungguh engkau diciptakan tanpa cela sama sekali

Kau diciptakan seolah sesuai dengan keinginanmu sendiri.

Sumber : Pribadi Muhammad SAW Oleh Nizar Abzhah

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s