Muhammad SAW : Tawakal dan Percaya Penuh kepada Allah

Rasulullah sangat percaya kepada Allah dan selalu tawakal kepadaNya. Dalam segala situasi, kepercayaannya teguh dan tak tergoyahkan sedikitpun. Beliau tetap tenang dan tak pernah mengendurkan semangat meskipun menghadapi situasi yang sangat sulit dan memiriskan hati. Pernah suatu kali saat hendak memasuki Ka’bah, beliau dicegah penjaganya, Utsman bin Thalhah. Beliau disentak dan dimaki-maki. Tetapi dengan tenang beliau bersabda, “Wahai Utsman, mungkin suatu saat kelak kunci itu akan berada di tanganku, dan aku akan meletakkannya dimanapun aku suka.”

Utsman menjawab kasar, “Jika itu benar, Quraisy benar-benar hancur dan terhina.”

“Tidak, bahkan mereka akan makmur dan terhormat saat itu,” jawab Rasulullah.

Itu terjadi pada puncak permusuhan dan perlawanan kaum Quraisy kepada Nabi. Namun, Rasulullah tetap memperlakukan lawan bicara dengan santun dan tenang. Ucapannya menggambarkan keyakinannya yang penuh terhadap janji Allah. Dan benar saja, janji Allah itu benar-benar menjadi kenyataan. Nabi SAW benar-benar memegang kunci Ka’bah pada saat penaklukkan Makkah, lalu menyerahkannya kepada Utsman setelah mengingatkan apa yang dulu pernah beliau ucapkan. (HR Bukhari).

Ketika kaum Quraisy bahu membahu mengepung Nabi SAW saat hijrah, Nabi dapat pergi dengan tenang melewati dan menjauhi mereka lalu bersembunyidi Gua Hira bersama sahabatnya, Abu Bakar. Beliau percayakan urusan sepenuhnya kepada Sang Maha Pencipta dengan kepercayaan mutlak. Melihat Abu Bakar ketakutan setelah mendengar hiruk pikuk para pengejar di mulut gua, dengan tenang Rasulullah SAW berkata, “Kamu kira kita hanya berdua? Allah yang ketiga!”

Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya. (Yaitu), ketika orang kafir (musyrik Makkah) mengelaurkannya (dari Makkah), sedangkan dia salah seorang dari dua orang dalam gua, ketika dia berkata kepada temannya, “janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita.” (Q.S Attaubah ayat 40).

Akibatnya kemarahan kaum Quraisy memuncak. Mereka menyiapkan seratus ekor unta bagi siapa saja yang berhasil menemukan Muhammad. Tergiur imbalan itu, Suraqah Ibn Malik tak buang waktu. Ia kejar Muhammad dan Abu Bakar. Begitu tersusul, Abu Bakar ketakutan, sementara Nabi SAW tak menoleh sama sekali, terus berjalan sambil membaca Al-Quran hingga terjadilah kemudian apa yang terjadi kepda Suraqah,

Dalam perang Badar Qubra, Nabi SAW menghimpun permohonan kepada Allah berdoa agar diberi perlindungan yang nyata. Lama sekali beliau terpekur dalam doa. Diantara sepenggal doanya, “Ya Allah, berilah kami kemenangan sebagaimana yang Engkau janjikan. Ya Allah berilah kami kemenangan sebagaimana yang Engkau janjikan.”

Waktu itu Nabi SAW berada dalam kemah yang didirikan kaum muslim. Sejenak kedua mata indah beliau merapat. Begitu terbuka beliau bersabda, “Kabar gembira, wahai Abu Bakar! Allah akan memberikan kemenangan kepadamu.” (Sirah Ibn Hisyam).

Dan alangkah melambung kepercayaan Nabi SAW kepada Allah saat seluruh jazirah Arab bersatu dan bahu membahu hendak menghabisi beliau dan kaum muslim dalam perang Ahzab. Untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Kaum muslim menggali parit di sekeliling Madinah, karena itu perang ini disebut juga dengan perang Khandak (parit). Di satu tempat, saat penggalian, ada batu besar yang tak mampu dipecahkan kaum muslim, mereka lalu meminta bantuan Rasulullah.

Pada pukulan pertama Nabi SAW berseru, “Allah Maha Besar! Telah diberikan kepadaku kunci-kunci Syria. Dan demi Allah aku dapat melihat menara-menaranya dari tempatku ini.”

Pada pukulan kedua Nabi SAW berseru lagi, “Allah Maha Besar! Telah diberikan kepadaku kunci-kunci Persia. Dan demi Allah, aku dapat melihat kota-kotanya dari tempatku ini.”

Pada pukulan ketiga Nabi SAW berseru lagi, “Allah Maha Besar! Telah diberikan kepadaku kunci-kunci Yaman. Dan demi Allah, aku dapat melihat pntu Shana’a dari tempatku ini.”

Batu itupun hancur lebur. Kaum muslim bergemuruh menggemakan takbir, bergembira menyambut kemenangan. Mereka berkata, “Itu janji yang pasti benar dan membawa kebaikan.” (Sirah Ibn Hisyam).

Sumber : Pribadi Muhammad SAW Oleh Nizar Abzhah

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s