Muhammad SAW : Teguh Memegang Kebenaran

Ini merupakan salah satu watak utama Rasulullah. Sejak awal beliau tak pernah mundur dari garis depan membela dan mempertahankan kebenaran. Beliau tak pernah sekalipun berpihak atau berdamai dengan para pembelot. Beliau selalu memegang kebenaran, bahkan sejak sebelum diangkat menjadi rasul. Ketika itu Muhammad SAW ikut serta bersama para pemuka Makkah membuat nota kesepakatan untuk membebaskan Makkah dari segala bentuk penganiayaan, baik bagi warga domestik maupun pendatang. Jika ada yang berani melanggar, mereka akan melawan bersama, dan mereka akan berdiri di belakang orang yang dianiaya itu sampai haknya dikembalikan. Kelak, beliau bersabda mengenai nota kesepakatan itu, “Aku pernah menjadi saksi nota perjanjian di rumah Abdullah ibn Jud’an; sesuatu yang lebih kusukai dibanding unta paling bagus sekalipun. Dan seandainya aku diundang lagi untuk urusan itu pada masa Islam, pasti aku akan datang,” (Sirah Ibn Hisyam). Ungkapannya itu menggambarkan kepedulian keteguhannya dalam memperjuangkan kebenaran meskipun peristiwa itu digagas kaum musyrik di masa jahiliyah sebelum beliau menjadi rasul.

Keteguhan Nabi SAW dalam memegang kebenaran tergambar nyata dalam pernyataannya saat dibujuk kaum Quraisy untuk menghentikan dakwah. Ketika itu kaum Quraisy mengirim kaum pemuka mereka kepada Abu Thalib dan membujuknya untuk menghentikan gerakan keponakannya, Muhammad. Posisi Abu Thalib benar-benar dilematis. Gentar menghadapi ancaman yang ditunjukkan kaum Quraisy, Abu Thalib mengutus seseorang kepada Muhammad, “Aduh, celaka. Kau dan aku di ambang kebinasaan! Tolong jangan bebani aku dengan sesuatu yang tidak mampu aku tanggung!”

Nabi SAW mengira pamannya sudah angkat tangan dan akan meyerahkan dirinya kepada kaum Quraisy. Kecil sekali harapan beliau akan dibantu pamannya. Tapi semangat beliau tak pernah padam, bahkan beliau berkata dengan lantang, “Demi Allah, wahai Paman, andai mereka menaruh matahari di tangan kananku, agar aku mundur dari urusan ini, niscaya aku tidak akan mundur. Biarlah aku binasa karenanya, atau Allah memberiku kemenangan!” (Sirah Ibn Hisyam).

Pernah juga Nabi SAW didatangi Utbah Ibn Rabi’ah di Ka’bah untuk merundingkan sesuatu. Utbah berkata, “Wahai keponakanku, sebagaimana kau tahu, kau berasal dari keluarga mulia dan nasab yang agung. Tetapi kau telah mendatangkan sesuatu yang besar pada kaummu. Kau cerai-beraikan mereka, kau cela tuhan-tuhan dan agama mereka, dan kau kafirkan kakek nenek moyang mereka. Sekarang dengarkanlah! Aku akan menawarimu beberapa hal. Pikirkan, siapa tahu ada yang cocok, dan kau mau menerimanya.”

“Katakan, wahai Abul Walid!” jawab Nabi.

“Begini. Jika kau melakukan semua itu karena menginginkan harta, akan kami kumpulkan harta kami sehingga kau menjadi yang terkaya di antara kami. Jika kau menginginkan pangkat atau kedudukan, akan kami angkat dirimu sebagai pemimpin  sehingga kami tidak akan memutuskan sesuatu pun tanpamu. Jika kau menghendaki kekuasaan, akan kami beri kau kekuasaan, jika apa yang terjadi padamu ini karena pengaruh jin, dan kau tak kuasa menolaknya, biarlah kami carikan dukun yang akan mengobatimu. Akan kami korbankan harta benda kami demi kesembuhanmu.”

Setelah Utbah selesai bicara, Nabi SAW bersabda, “Sekarang, dengarkan aku, wahai Abul Walid!” Kemudian beliau membacakan Al-Quran :

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hamim, Diturunkan dari Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengethui; yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. Mereka mengatakan, “Hati kami berada dalam tutupan dari apa yang kamu serukan kepada kami, telinga kami ada sumbatan, dan antara kami dan kamu ada dinding. Maka bekerjalah kamu, sesungguhnya kami bekerja (pula).” (Q.S Fushshilat ayat 1-5).

“Kau telah mendengar apa yang kaudengar, wahai Abul Walid. Sekarang, terserah dirimu!” (Sirah Ibn Hisyam).

Sumber : Pribadi Rasulullah Oleh Dr. Nizar Abazhah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s