Muhammad SAW : Cerdas dan Ahli Politik

Ini juga salah satu sifat agung Rasulullah SAW. Sehingga seluruh dunia mengakuinya sebagai negarawan besar yang mendirikan negara besar. Nabi SAW adalah seorang politisi tanpa banding, tanpa tanding. Pada sosok agung dan mulia ini terangkum seluruh akhlak terpuji. Karena itulah tak mengherankan jika beliau memetik kesuksesan gemilang.

Kebesaran dan keagungan Nabi SAW ini mengacu pada fakta bahwa beliau membuat lompatan peradaban dan merintis berdirinya sebuah negara yang mampu menaklukkan dunia dalam tempo yang fantastis. Fakta lainnya, beliau tumbuh dalam situasi sulit, baik di Makkah maupun di Madinah. Sementara itu, musuh terus mengintai dari hari ke hari dan bersikeras melumatnya. Namun Allah menganugerahinya ilmu dan kebijaksanaan, anugerah besar yang belum pernah diberikan kepada seorangpun dalam sejarah umat manusia. Semua kewibawaan  dan kemuliaan itu didapatkan karena beliau adalah kekasih dan Allah.

Nabi SAW memiliki pandangan jauh kedepan yang tajam, akal yang tajam, dan hati yang cerdas. Sikap dan perilakunya luwes, menjalankan setiap gerak langkah dakwah dengan tepat dan proporsional. Nabi SAW bersikap lunak jika pilihan itu dianggap menguntungkan dan bersikap keras bila dibutuhkan, hati-hati bila dipandang berguna, memberi hukuman bila terpaksa, dan begitu seterusnya.

Pendapat Nabi SAW kerap menjadi pendapat paling tepat di antara semua sahabat. Padahal disisi beliau ada Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan para pembesar lainnya yang dikenal memiliki ketajaman akal waktu itu. Tapi, tak satupun akal  mereka yang mengungguli ketajaman akal Nabi. Ketajaman akalnya tampak dalam segala urusan; dalam perang, dalam damai, maupun dalam setiap langkah kehidupan. Tak pernah salah dalam mengambil keputusan penting. Namun menyangkut urusan-urusan penting beliau tetap berembuk dengan para sahabat dan mengambil pendapat mereka bila dipandang benar.

Tiba di Madinah, langkah pertama yang diambil Nabi adalah membangun masjid yang seadanya dengan perkakas seadanya. Beliau tidak memperhatikan bentuk tapi fokus pada tujuan, yakni membangun tempat berkumpul kaum muslim, pusat komando tertinggi, kantor negara, sekolah, dan rumah ibadah. Dari masjid inilah kelak Allah menaklukkan dunia untuk kaum muslim.

Ketinggian ilmu dan kecakapan politik Nabi SAW tampak jelas ketika beliau menyusun undang-undang bagi negara baru ini dalam naskah Piagam Madinah. Piagam itu mengakui dan mengakomodasi berbagai perbedaan yang ada di Madinah. Di sisi lain, pakta itu juga memungkinkan Nabi SAW menjalankan negara sesuai dengan arahan dan syariat Islam. Dengan begitu beliau berhasil meletakkan batu pertama dasar negara.

Rasulullah tampil mengikis anarkisme dan penggunaan kekuatan secara bebas, menempatkan hak rakyat di atas hak golongan, mengembalikan penegakan hukum kepada Allah dan hakim sebagai pelaksananya, justru di saat kesewenang-wenangan dan fanatisme merajalela.

Nabi SAW sadar bahwa undang-undang saja tak cukup. Dibutuhkan lembaga pertahanan. Karena itu, dibentuklah barisan tentara yang terdiri atas dua sayap kekuatan, Muhajirin dan Anshar. Kekuatan ini tak lagi berlabel suku atau golongan, tetapi mengatasnamakan negara. Dan tentara ini setelah dua tahun dibentuk menunjukkan kegemilangannya di perang Badar. Kemudian secara terus-menerus sesudah itu, dan dibawah kebijakan serta strategi Nabi SAW, kaum muslimin memetik kemenangan demi kemenangan. Bahkan akhirnya mereka berhasil menaklukkan dunia meskipun musuh yang mereka hadapi memiliki senjata dan perlengkapan yang lebih canggih.

Rasulullah SAW, membangun kekuatan tentara ini dimulai dari diri mereka sendiri. Benih persaudaraan ditanamkan – sesungguhnya kaum mukmin itu bersaudara – dan Nabi menekankan agar prinsip itu benar-benar ditegakkan. Dijelaskan pula bahwa tujuan ketentaraan mereka adalah dakwah dan jihat di jalan Allah sehingga kelak mereka menjadi tentara yang tak tertandingi dalam sejarah manusia.

Salah satu strategi politik Nabi SAW adalah memboikot ekonomi Quraisy, membangun kerjasama dengan suku-suku sekitar Madinah dari gangguan kaum Yahudi dan kaum musyrik. Strateginya berhasil gemilang sehingga Madinah semakin kuat dan Nabi tampil sebagai simbol kekuatan baru; panglima perang yang jeli dan pemimpin negara yang mumpuni baik di bidang politik maupun administrasi.

Nabi SAW sangat bijak. Buktinya beliau mampu mengatasi setiap masalah dengan sikap yang baik. Di Madinah beliau harus menghadapi persekongkolan kaum Yahudi, kaum munafik, dan kaum musyrik. Mereka bersikeras melawan beliau. Pada perang Mushthaliq, kam munafik berbuat rusuh, tetapi Nabi SAW berhasil mengatasinya dengan baik. Seandainya persoalan itu gagal diselesaikan dengan baik, keutuhan negara terancam.

Kaum munafik menggunakan berbagai cara untuk menyerang Nabi dan kaum muslim. Bahkan mereka menyerang kesucian rumah tangga Nabi SAW. Mereka menyebarkan fitnah yang mengotori kesucian istri dan rumah tangga beliau. Namun Rasulullah SAW berhasil keluar dari jerat mereka. Allah menyelamatkan dari segala tipu muslihat mereka.

Kebijakan dan kecerdikan Rasulullah SAW dalam menyikapi suatu masalah terlihat jelas dalam peristiwa Fatul Makah. Setelah kaum muslim berhasil memasuki Makkah, Sa’d ibn Ubadah berkaa, “Hari ini adalah hari pembersihan, hari yang akan merontokkan kehormatan Quraisy, hari ketika Allah menghinakan Quraisy.

Mendengar itu Nabi SAW berseru, “Tidak benar apa yang dikatakan Sa’d. Hari ini adalah hari Allah mengagungkan Ka’bah. Hari dimana Ka’bah akan berbusana indah. Hari ini adalah hari cinta kasih. Hari Allah akan memuliakan kaum Quraisy.

Kemudian Nabi SAW mengambil bendera dari tangan Sa’d dan menyerahannya ke tangan putra Qais ibn Sa’d. Sungguh tindakan luar biasa yang membuat lega semua orang Quraisy serta memberi pelajaran yang sangat halus kepada Sa’d. Kaum Anshar pun tidak gusar apalagi sakit hati. Segala dendam dan kebencian pun luruh.

Perhatikan juga betapa bijak dan taktisnya tindakan Nabi SAW ketika memenangkan kaum Anshar yang gusar sepulang dari perang Hunain. Waktu itu mereka dongkol dan protes kepada Nabi, karena beliau memberi rampasan perang yang lebih banyak kepada para mualaf Quraisy, sementara mereka tidak diberi sama sekali. Nabi berhasil menenangkan dan membuat mereka bahagia. Tindakan Nabi tiu membuat mereka merasa mendapat bagian yang paling berharga dan paling membahagiakan.

Kebijaksanaan Rasulullah SAW juga terlihat nyata pada berbagai peristiwa. Misalnya Rasulullah berhasil “menjinakkan” kaum Badui yang liar dan kasar. Beliau mampu memimpin dan mengendalikan kaum bangsawan dan kaum cerdik Makah sehingga mereka tunduk sepenuhnya kepada beliau, padahal sebelumnya mereka adalah penentang paling kuat dan keras. Dan kelak pada gilirannya, beliau mempu mencetak mereka menjadi pemimpin dan penerus gerak peradaban dunia.

Sumber : Pribadi Muhammad Oleh Dr. Nizar Abzhah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s