Muhammad SAW : Keakuratan Firasat

Tak seorang pun memiliki firasat setajam firasat Rasulullah. Beliau mengenal baik setiap orang dan memperlakukannya sesuai dengan keadaan mereka. Perkiraan dan prediksi beliau tak pernah meleset. Pada perang Badar, Suhail ibn Amr jatuh menjadi tawanan kaum muslim. Umar berkata kepada Nabi SAW meminta izin, “Wahai Rasulullah, biarkan aku mencabut lidah dan gigi Suhail sehingga ia tak bisa lagi mencuap-cuap selamanya.”

Nabi SAW menjawab, “Jangan, wahai Umar! Kalau aku menghukumnya begitu, Alla akan menghukumku begitu juga meskipun aku seorang nabi. Siapa tahu suatu saat kelak ia menempati kedudukan yang akan kau puji.”

Benar saja. Kelak setelah Nabi SAW wafat dan penduduk Makkah mulai goyah serta bermaksud keluar dari Islam, Suhail tampil di depan mereka dan berhasil meyakinkan mereka bertahan sebagai muslim.

Pasca perdamaian Hudaibiyah, Nabi SAW mengutus sejumlah delegasi kepada para pemimpin dan raja baik baik di sekitar maupun di luar Madinah. Dari semua utusan itu, tak seorang pun yang diambil dari kalangan sahabat utama atau pemeluk Islam awal. Kendati demikian, mereka semua mampu menunaikan tugas dengan baik. Pemimpin dan raja-raja itu memperlakukan mereka sesuai kehendak Nabi SAW. Sehingga beliau merasa puas. Tak seorang pun dari mereka mengecewakan beliau. Itu menunjukkan kecermatan dan ketajaman padangan Nabi SAW dalam melihat dan memperhatikan watak orang.

Ketika Yaman di taklukkan, Nabi SAW mencari orang yang pas dan kompeten untuk memimpin negeri tiu. Maka dipilihlah Muaz ibn Jabal untuk menjadi hakim di sana. Namun sebelum Mu’az berangkat beliau mengajukan beberapa pertanyaan untuk menjajaki pendapat dan pandangannya. Merasa puas dengan jawabannya, beliau berujar, “Segala puji bagi Allah yang telah membimbing utusan Rasulullah pada apa yang memuaskan Rasulullah.”

Dengan ketajaman pandangan dan cahaya firasatnya pula Rasulullah SAW menunjuk panglima untuk memimpin 27 dtasemen yang dikirim ke timur maupun ke barat selama sepuluh tahun. Semua grup pasukan muslim itu kembali dengan membawa kemenangan. Mereka menunaikan tugas secara profesional dan penuh keikhlasan. Setiap kali memilih seorang pemimpin atau utusan, Rasulullah SAW selalu melihat kemampuan dan kecakapan orang itu. Bukan karena usia dan lama keislamannya. Sebagai contoh, Nabi SAW memilih Amr ibn al-Ash memimpin pasukan ke Dzatu Salasil. Padahal di tengah pasukan itu banyak sahabat yang lebih dulu masuk Islam. Pertimbangan Nabi, karena ibunya berasal dari daerah itu sehingga diharapkan penduduk daerah itu akan bersikap lunak.

Beliau juga menunjuk Usamah ibn Zaid memimpin pasukan untuk menggempur tentara Romawi, padahal usianya belum 20 tahun. Ada beberapa sahabat besar dalam pasukan tersebut. Tapi sebelum Usamah dan pasukannya bergerak, saat mereka masih berkemah di luar Madinah, datang berita bahwa Nabi wafat. Ekspedisi itupun ditunda. Abu Bakar lah yang kela melanjutkan pengiriman pasukan ini ke Tabuk. Firasat dan pilihan Nabi terbukti benar. Usamah bertarung gagah berani dan pulang membawa kemenangan gemilang.

Dianatar bukti ketajaman firasat Nabi adalah ketika beliau menampik Abi Dzar untuk menjadi pejabat negara. Padahal beliau sangat mencintai Abu Dzar dan tahu persisi keikhlasannya. Bahkan Nabi menjadikannya salah satu dari lima orang yang dijadikan contoh kejujuran. Ketika menampik jabatan untuk Abu Dzar, Nabi bersabda terus terang, “Hai Abu Dzar, engkau lelaki yang lemah. Jabatan itu amanah, dan kelak di hari kiamat akan menjadi kehinaan serta penyesalan, kecuali bagi orang yang memenuhi hak-haknya dan menjalankan tugas serta kewajibannya.”

Sumber : Pribadi Muhammad Oleh Dr. Nizar Abzhah

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s