Muhammad SAW : Menjaga Kesucian Diri

Jika ada representasi untuk menjaga kesucian diri, maka tak ada lagi yang paling tepat selain Rasulullah. Ini terlihat sejak masa jahiliyah. Beliau tak pernah bersentuhan dengan dosa menyangkut wanita di saat pemuda-pemuda lain biasa melakukan hubungan haram. Bahkan beliau mencukupkan diri dengan satu istri, Khadijah binti Khuwailid.

Aisyah ra menjadi saksi kesucian Nabi SAW. Dialah yang banyak tahu tentang sikap dan perilaku Rasulullah SAW dari hal kecil hingga hal besar. Ia berkata, “Tak pernah sama sekali tangan Nabi menyentuh tangan wanita yang tidak ada hubungan perbudakan atau perkawinan (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Jika membaiat kaum wanita, beliau membaiat dengan perkataan, bukan dengan berjabat tangan seperti dengan laki-laki. Pernah suatu kali Hindun, istri Abu Sufyan bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami menyentuhmu?”

Nabi menjawab, “Aku tidak berjabatan tangan dengan perempuan. Ucapanku untuk seratus orang perempuan sama dengan ucapanku untuk satu orang perempuan.” (HR Al-Bukhari).

Sumber : Pribadi Muhammad Oleh Dr. Nizar Abzhah

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s