Shirathal Mustaqim

Di akhirat kelak, akan banyak sekali peristiwa yang sangat menakjubkan sekaligus menakutkan. Kita sebagai seorang mukmin, wajib mempercayai segala hal yang akan terjadi pada hari kiamat. Baik yang disebutkan dalam Al-Quran maupun yang terdapat dalam Hadits yang shahih. Diantara peristiwa yang akan menakjubkan sekaligus menakutkan di alam akhirat kelak adalah peristiwa melewati jembatan (shirath) yang terbentang di atas neraka menuju ke surga.

Secara etimologi Shirath berarti jalan lurus yang terang (Al-Qamus al-Muhith). Menurut istilah, yaitu jembatan terbentang di atas neraka jahannam yang akan dilewati manusia ketika menuju surga (Lawami’ul Anwar). Shirath tersebut amat licin, sehingga sangat mengkhawatirkan siapa saja yang lewat dimana ia mungkin saja terpeleset dan terperosok jatuh. Shirath tersebut menggelincirkan. Para ulama telah menerangkan maksud dari “menggelincirkan” yaitu ia bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat orang yang melewatinya takut akan tergelincir dan tersungkur jatuh.

Shirath memiliki besi pengait yang besar, penuh dengan duri, ujungnya bengkok. Ini menunjukkan siapa yang terkena besi pengait ini tidak akan lepas dari cengkeramannya. Terpeleset atau tidak, tergelincir atau tidak dan tersambar pengait besi atau tidak, semua ditentukan oleh amal ibadah & keimanan masing-masing. Shirath tersebut terbentang membujur di atas neraka jahannam. Barang siapa terpeleset dan tergelincir atau terkena sambaran besi pengait, maka ia akan terjatuh ke dalam neraka jahannam. Shirath tersebut sangat halus sehingga sangat sulit meletakkan kaki di atasnya. Ia juga tajam sehingga dapat membelah telapak kaki orang yang melewatinya. Karena sesuatu yang begitu halus namun tidak bisa putus, maka akan menjadi tajam. Sekalipun shirath tersebut halus dan tajam, manusia tetap dapat melewatinya. Karena Allah Aza wa Jalla Maha Kuasa untuk menjadikan manusia mampu berjalan di atas apapun. Semua itu tergantung kepada kualitas keimanan setiap orang yang melewatinya.

Mengenai kondisi manusia yang melewati shirath diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Lau diutuslah amanah dan rohim (tali persaudaraan) keduanya berdiri di samping kiri-kanan Shirath tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat”.

Aku bertanya, “Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?”

Rasulullah SAW menjawab : “Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung, dan seperti kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amalan mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas Shirath sambil berkata : Ya allah selamatkanlah! Selamatkanlah!. Sampai para hamba yang lemah amalannya, mereka tidak bisa melewati kecuali dengan merangkak.”

Beliau menuturkan lagi, “Di kedua belah pinggir Shirath terdapat besi pengait yang bergantungan, untuk menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpeleset namun selamat dan ada pula yang terjungkir ke dalam neraka” (HR Muslim).

Riwayat kedua mengatakan : “Orang mukmin (berada) di atasnya (Shirath), ada yang secepat kedipan mata, ada yang yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat kuda yang amat kencang berlari, dan ada yang secepat pengendara. Maka ada yang selamat setelah tertatih-tatih dan ada pula yang dilemparkan ke dalam neraka. Mereka yang paling terakhir merangkak secara pelan-pelan” (Muttafaqun ‘alaih).

Riwayat ketiga mengatakan : “Dan dibentangkan Shirath di atas permukaan neraka jahannam. Maka aku dan umatku menjadi orang pertama kali yang melewatinya. Dan tiada yang berbicara pada saat itu kecuali para rasul. Dan doa para rasul pada saat itu : “Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah…diantara mereka ada yang tertinggal dengan sebab amalannya dan di antara mereka ada yang dibalasi sampai ia selamat” (HR Muslim).

Ketika melewati Shirath, setiap mukmin akan diberi cahaya sesuai dengan amalannya masing-masing. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dalam menafsirkan firman Allah SWT : Pada hari itu engkau melihat orang-orang mukmin cahaya merekamenerangi mereka dari depan dan samping kanan (Al-Hadid ayat 12). Ibnu Mas’ud berkata, “Mereka melewati Shirath sesuai dengan tingkat amalan mereka. Diantara mereka ada cahayanya seperti gunung, ada cahayanya yang seperti pohon, ada cahayanya setinggi orang berdiri, yang paling sedikit cahayanya sebatas menerangi ampu kakinya, sesekali menyala, sesekali padam. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk melewatinya kelak di akhirat.

Sumber : Oleh @IslamDiaries

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s