(Part 1) Penaklukan Palestina (Jalil)

Pada musim gugur tahun 635 M, atas titah khalifah Umar di Madinah, Amr ibn al-Ash dan Syarhabil ibn Hasanah beserta pasukannya bergerak menuju Palestina. Palestina merupakan tanah pusaka bagi sejarah peradaban manusia. Palestina adalah wilayah suci yang diberkahi, tempat sejarah kehidupan nabi-nabi terjadi; Ibrahim, Ishak, Yakub, Dawud, Sulaiman, Ilyasa, dan para pengiku Musa, juga al-Masih, sekaligus Muhammad dalam peristiwa Isra’.

Sejak ribuan tahun sebelum masehi, Palestina telah didiami bangsa Kan’an. Bangsa-bangsa rumpun semit lainnya seperti Kaldani, Ibrani, dan Suryani (Suriah) mendiami Palestina. Pada 985 SM, berdiri kerajaan Yahudi di bawah kekuasaan Dawud, nabi sekaligus raja, sebagai Yerussalem sebagai pusat pemerintahan dan kota utamanya. Kerajaan Yahudi Palestina lalu ditaklukkan oleh Suriah, Persia, Yunani, Romawi, lalu Arab-Islam. Orang-orang Yahudi mengalami dua kali pengusiran dari Palestina, yaitu sewaktu bangsa Suriah-Babilonia (532 SM) dan Roma (70 M) menaklukan wilayah tersebut.

Pasukan Islam bergerak melalui Golan (Jaulan), daerah pegunungan yang hijau, subur, rimbun, dan sejuk di perbatasan Suriah dan Palestina. Keindahan panorama Golan tak tertandingi. Disitulah pasukan Islam berhenti untuk beristirahat sejenak.

Dari Goldan, Amr dan pasukannya memasuki Jalil (Galileia), sebuah kawasan hijau dan subur di bagian utara Palestina. Jalil memiliki nilai sejarah penting dalam tradisi Yahudi dan kristen. Di wilayah perladangan itu terdapat kota-kota utama seperti Tiberias, kota megah di tepian danau Tiberias atau danau Galileia; Hebron (Khalil), tempat enetap Nabi Ibrahim, Ishak dan Yakub; juga Nazaret (Nashirah), tempat asal Nabi Isa al-Masih, selain Jenin, Herod, Nablus, Jaffa, dll.

Setelah keruntuhan kerajaan Yahudi di Yerussalem bersamaan dengan aneksasi kerajaan-kerajaan lain seperti Suriah, Persia, Yunani, dan Romawi, wilayah Jalil banyak ditempati orang Samiria, keturunan Yahudi yang telah bercampur dengan bangsa-bangsa pendatang tersebut. Orang-orang Yahudi murni, Judea, menganggap orang Samiria itu najis serta dihinggapi roh dan penyakit buruk. Itulah salah satu penyebab kebencian utama Yahudi terhadap al-Masih, seorang Nabi dari Nazaret, juga kepada murid-muridnya yang kebanyakan para nelayan miskin Jalil.

Amr dan pasukannya tak mendapat banyak kesulitan ketika menaklukkan kota-kota sepanjang Jalil. Mereka hanya mendapat perlawanan kecil dari Bizantium yang masih tersisa. Setelah penaklukan, Amr dan pasukan Islam memberi jaminan keamanan dan kepemilikan kepada seluruh rakyat Galileia, lalu bergerak ke Yerussalem.

Sumber : Kisah hidup Umar ibn Khattab oleh Dr. Musthafa Murad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s