(Part 3) Penaklukan Suriah (Emesa)

Setelah mendengar kejatuhan Damaskus, Kaisar Heraklius segera mundur dari Emesa menuju Antiokia – kota terbesar Suriah di sebelah Utara, di perbatasan Suriah dan Asia Minor.

Sementara itu di puncak musim dingin Suriah, Maret 635 M, pasukan Islam pimpinan Abu Ubaidah dan Khalid bergerak ke utara menuju Emesa. Mereka melewati Baalbek (Heliopolis), daerah subur dan hijau di perbukitan Bek (Biqa), di tepian sungai Litani yang mengalir landai. Baalbek adalah kota kuno yang telah ada sejak masa pendudukan bangsa Piniki (Phenician) pada 2000 SM. Di kota itu terdapat beberapa kuil peninggalan bangsa Piniki dan Yunani yang masih berdiri megah dan kokoh. Salah satu kuil yang terbesar dan tersohor adalah kuil Bacchus dan Jupiter yang arsitekurnya persis seperti kuil-kuil Parthenon di Athena.

Setelah menaklukkan Baalbek, pasukan Islam terus bergerak hingga ke Emesa. Kota Emesa juga kota tua dan memiliki banyak kuil kuno – yang terbesar adalah Heliogabalus, kuil untuk dewa-dewa penjaga gunung. Pasukan Islam menaklukkan Emesa sepanjang musim dingin. Tak ada perlawanan berarti dari pihak Bizantium, karena Heraklius dan petinggi-petinggi lainnya telah mundur ke Antiokia. Masyarakat Emesa dan pihak Islam pun melakukan perdamaian. Emesa diserahkan sepenuhnya dengan jaminan keamanan dari pihak penduduk kota. Seluruh kepemilikan – benteng, gereja, kincir air, kuil, dan rumah – mereka dijamin kecuali alun-alun katedral Sant John (al-Qadis Yuhana) yang separuhnya dibangun mesjid.

Sumber : Kisah hidup Umar ibn Khattab Oleh Dr. Musthafa Murad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s