Hamzah bin Abdul Muthalib (Part 2)

<< Previously on Part 1

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba.

Hamzah keluar rumah membawa busur panah. Ia menuju ke gurun pasir untuk melatih hobinya, memanah. Ia jago memanah. Sebagian harinya, ia habiskan disana.

Seperti biasanya, ketika pulang, ia mampir dulu ke Ka’bah untuk melakukan Thawaf. Sebelum sampai Ka’bah, ia bertemu dengan wanita pembantu Abdullah bin Jud’an. Wanita itu berkata, “Wahai Abu Umarah (Hamzah), andai saja Tuan melihat apa yang dilakukan oleh Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal) kepada keponakan Tuan baru saja. Tadi, Muhammad duduk disana, lalu dimaki-maki dan disakiti, hingga melebihi batas.” Wanita itu melanjutkan ceritanya tentang apa yang dilakukan Abu Jahal kepada Rasulullah.

Hamzah mendengarkan dengan seksama. Ia mengangguk, meletakkan busur panahnya di pundak, lalu bergegas menuju Ka’bah, berharap akan bertemu Abu Jahal di sana. Jika tidak ditemuinya, ia akan mencarinya dimana saja. Pokoknya sampai ketemu.

Abu Jahal terlihat sedang bercengkerama di halaman Ka’bah, dikelilingi oleh beberapa orang pembesar Quraisy. Dengan ketenangan yang mencekam, Hamzah mendekati Abu Jahal. Ia ambil busur panahnya, lalu dipukulkan ke kepala Abu Jahal hingga berdarah. Sebelum yang lain menyadari apa yang terjadi, Hamzah berkata dengan lantang kepada Abu Jahal, “Kamu maki-maki Muhammad, sementara aku sudah berada dalam agamanya. Aku katakan apa yang ia katakan? Sekarang ulangi makian kamu itu kepadaku.”

Perkataan Hamzah bagaikan petir yang menyambar kepala mereka. Hingga mereka tidak ingat lagi penghinaan dan luka yang dialami pemimpin mereka, Abu Jahal. Mereka terkejut ketika mendengar bahwa Hamzah sudah masuk agama Muhammad; mengakui apa yang diakui Muhammad, dan mengatakan apa yang dikatakan Muhammad. Apakah Hamzah, pemuda terkuat dan paling dihormati di kalangan Quraisy, sudah masuk Islam?

Masuk Islamnya Hamzah akan menjadi bencana bagi kaum Quraisy karena hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi tokoh-tokoh pilihan untuk sama-sama memasuki agama itu. Alhasil, Muhammad akan mendapatkan barisan kuat yang membela dakwahnya. Dan orang-orang Quraisy baru akan terjaga dari tidurnya ketika mendengar tembilang-tembilang menghancurkan berhala dan Ya…Hamzah telah masuk Islam. Apa yang selama ini ia pendam telah ia nyatakan di depan umum. ia biarkan orang-orang itu kecewa dan merenungi pupusnya harapan mereka. Sementara itu Abu Jahal sibuk membersihkan darah yang keluar dari kepalanya. Hamzah meletakkan busur panahnya ke pundak, lalu berjalan dengan gagah menuju rumahnya.

Hamzah adalah seorang berotak cerdas dan berhati bersih. Ketika sudah berada di rumah, dan lelah pun telah sirna, ia duduk merenungkan apa yang baru saja terjadi. Bagaimana bisa ia menyatakan keislamannya? Kapan?

Itu terjadi saat ia emosi dan marah. Ia tidak suka keponakannya disakiti dan dizalimi. Ia harus menolong. Ia marah karena keponakannya disakiti, dan tersinggung karena Bani Hasyim tidak dihormati. Maka ia hantam kepala Abu Jahal hingga terluka dan ia nyatakan keislamannya.

Tetapi apakah ini cara terbaik agar orang-orang itu meninggalkan agama nenek moyang dan kaumnya, agama yang telah mereka anut ribuan tahun, lalu berpindah ke agama baru yang belum teruji bahkan belum begitu dikenal?

Betul. Ia tidak sedikitpun ragu akan kejujuran Muhammad, dan tujuannya yang mulia. Namun, mungkinkah seseorang menerima satu agama baru berikut segala kewajiban dan tanggung jawabnya di saat marah, seperti yang dilakukan Hamzah sekarang ini? berhari-hari ia memikirkannya. Bahkan di malam hari matanya sulit terpejam karena otaknya terus memikirkan apa yang sedang ia hadapi. Ia bimbang. Di satu sisi, agama lama adalah agama nenek moyangnya, tapi di sisi lain, ia selalu siap menerima agama baru. ia teringat semua kenangannya tentang Ka’bah yang dipenuhi oleh berhala dan tuhan-tuhan. Seberapa besar kemuliaan yang diberikan tuhan-tuhan pahatan itu kepada kaum Quraisy dan penduduk Mekah secara umum. ia juga memendam kekaguman terhadap agama baru yang dibawa keponakannya. Namun, jika ia mampu menjadi pengikut dan pembela agama baru ini, maka kapankah saat yang tepat untuk masuk agama ini? apakah pada waktu marah? Atau setelah dipikirkan dan direnungkan?

Demikianlah. Kejernihan hati dan kecerdasan pikiran yang dimilikinya membawanya mempertimbangkan satu permasalahan dengan seksama. Melupakan sejarah dan meninggalkan agama lama yang telah berakar ini, seperti melompati jurang yang lebar. Ia heran dengan orang-orang yang dengan mudah meninggalkan agama nenek moyangnya. Hamzah hampir putus asa karena belum menemukan jawaban. Tetapi ia terus menggerakkan otaknya untuk bekerja.

Akhirnya, ketika dirasakan bahwa otaknya tidak berdaya, dengan ikhlas dan tulus hati, ia mengembalikannya kepada yang gaib. Ia duduk di dekat Ka’bah. Wajahnya menengadah ke langit, dan meminta pertolongan kepada segala kekuatan dan cahaya yang ada di alam ini, agar dibimbing ke jalan yang benar. Setelah hatinya mantap, ia kemudian pergi menemui Rasulullah dan menceritakan apa yang telah ia alami. Rasulullah memohon kepada Allah untuk meneguhkan hati pamannya pada agama-Nya.

Begitulah. Hamzah sekarang sudah masuk Islam dengan hati yang mantap.

Allah menguatkan dakwah Islam dengan Hamzah. Ia berdiri kokoh membela Rasulullah dan sahabat-sahabatnya yang lemah.

Mengetahui Hamzah sudah masuk Islam, Abu Jahal melihat perang tidak bisa dielakkan. Ia gencar menghasut orang-orang Quraisy untuk melakukan kekerasan terhadap Rasulullah dan para sahabatnya. Ia terus mempersiapkan diri untuk melancarkan perang agar dendamnya terobati. Keislaman Hamzah menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak suku untuk masuk Islam, apalagi setelah masuk Islamnya Hamzah, Umar bin Khattab juga masuk Islam. Alhasil banyak orang berbondong-bondong masuk Islam.

Dan sejak masuk Islam, Hamzah telah berjanji untuk membuktikan semua raga, kekuatan dan hidupnya untuk Allah dan agamanya, hingga Rasulullah memberinya gelar “Singa Allah dan Singa Rasulullah.”

>> Continue to Part 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s