Asy Syafi’i dan Senandungnya nan Merdu

Namanya Muslim ibn Khalid Az-Zanji. Dia Imam, Mufti, dan Faqih Makkah. Dalam urut sambung keulamaan, dia adalah murid dari Imam Muhammad ibn Juraji, cucu murid ‘Atha ibn Abi Rabah, dan cicit murid dari faqihnya ummat ini, Ibn ‘Abbas ra. Suatu hari dilihatnya seorang anak yang berpenampilan menarik hati. Sorot matanya tajam. Wajahnya bersinar. Anak itu tampak bergumam-gumam. Rupanya sang bocah sedang menghafal bait-bait syair Arab yang sangat indah. “Coba lafalkan untukku apa yang sedang kauhafal itu, Nak!”

Bocah itu segera bersenandung. Lisannya begitu fasih. Tata bahasanya rapi. Pilihan katanya menakjubkan. Dan suaranya merdu.

“Siapa namamu lelaki muda yang mulia?”

“Muhammad ibn Idris.”

Setelah menelisik lebih jauh, tahulah Muslim ibn Khalid bahwa anak yatim ini berasal dari keturunan Muthalib ibn ‘Abdi Manaf. Adapun Rasulullah SAW adalah buyut dari Hasyim ibn ‘Abdi Manaf, kakak Muthalib. Si buyung ini nyata berdarah biru Quraisy.

“Apa yang kaulakukan di kota ini, Anakku?” tanya Muslim.

“Belajar bahasa, nahwu, juga sharafnya serta menghafalkan syair-syair Arab.”

“Ketahuilah, Nak,” ujar Muslim ibn Khalid, “alangkah indahnya jika kefasihan lisanmu dan merdunya suaramu itu digunakan untuk menjaga Sunnah Rasulullah, menyampaikan hukum-hukum syari’at kepada manusia, dan mengajari mereka fiqih sehingga mampu memahami agama ini.”

Kata-kata itu sederhana saja. Diucapkan dengan cara yang juga sederhana. Tetapi ia telah menyengat sang bocah untuk mempelajari fiqih dan kelak menjadi bintang kejoranya sepanjang zaman. Muslim ibn Khalid Az-Zanji, alim agung yang berhati jernih itu telah menyentuh hati sang bocah dengan cinta sejati. Cinta itu berwujud keinginan kuat agar sang bocah menjadi penegak Sunnah yang membimbing manusia ke jalan taqwa, sekaligus hasrat agar ummat beroleh penunjuk jalan menggapai ridha Allah.

Ketika bocah itu berusia 15 tahun, dia kembali ke Makkah usai pengembaraan ilmu yang begitu kaya. Maka Muslim ibn Khalid Az-Zanji menggamit lengannya dan mendudukkannya di tempat dia biasa mengajar dan berfatwa. “Berfatwalah, Nak,” ujarnya bangga, “sungguh telah tiba saatnya bagimu untuk bertaqwa.”

Penuh ta’zhim remaja yang dipersilahkan itu memenuhi harapan gurunya. Sengatan sang guru bertahun-tahun lalu terasa lagi. Oleh sebab sengatan itulah dia telah menghafal Al-Quran di usia 7 tahun, mengkhatamkan Al-Muwaththa’ karya Imam Malik di hadapan sang penulis di usia 10 tahun, juga mengkaji karya-karya ibnl Mubarak dan mndaras semua hadits Sufyan ibn ‘Uyainah dan Imam Waki’ dengan penguasaan hafalan dan pemahaman tanpa tanding.

Remaja dahsyat itu kelak dikenal sebagai Imam Asy-Syafi’i. Seorang yang sangat tersengat cinta sejati dari kata-kata si jernih hati bernama Muslim ibn Khalid Az-Zanji.

Pada mereka kita belajar bahwa di lapis-lapis keberkahan, kata-kata sederhana yang diungkapkan dengan tulus dan penuh cinta, akan mampu mengubah arah kehidupan, bahkan sejarah dunia. “Andai tak ada Muslim ibn Khalid Az-Zanji,” ujar Asy-Syafi’i di saat mengenang gurunya itu dalam sebuah Diwan, “takkan ada Asy-Syafi’i. Kecuali mungkin seorang penyair gelandangan yang kebingungan ke sana kemari.”

Dari Muslim ibn Khalid Az Zanji, kita belajar kalimat yang menyengat dan mengubah arah sejarah. Ia menikmati keberkahan dari kata-kata yang lahir dari dalam hatinya. Kebaikan yang tetap, berkekal, bertumbuh, dan bertambah, terus Allah lmpahkan kepadanya. Pada setiap ilmu fiqh yang dikokohkan Imam Asy-syafi’i dan tertebar ke penjuru bumi hingga hari ini, Muslim ibn Khalid Az-Zanji memetik saham pribadi.

Kebaikan yang disampaikan dari hati yang jernih dan lisan yang elok akan menebarkan berkah di langit dan di bumi. Wallahualam.

Sumber : Lapis-Lapis Keberkahan oleh Salim A. Fillah

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s