Surga yang Allah Janjikan

Saat orang-orang munafik mengetahui maksud keterciptaan mereka, mereka mengangkat kepala, menyombongkan diri. Ketika mereka tahu surga telah menanti mereka, mereka memalingkan muka. Waktu mereka sadar jalan lurus telah dipertegas untuk mereka, mereka enggan meluruskan jalan ke sana.

Mereka menganggap bodoh segala transaksi yang tak terlihat mata, tak terdengar telinga, dan tak terbersit di hati. Transaksi keabadian yang tak menghasilkan apa pun di kehidupan ini dianggap sia-sia.

Perumpamaan transaksi ukhrawi ibarat mimpi yang menyusahkan. Tertawa sebentar, menangis berlama-lama, senang sehari, susah berbulan-bulan. Dukanya lebih banyak ketimbang sukanya. Kesedihannya berlipat ganda. Awalnya penuh ketakutan, akhirnya penuh kehilangan.

Alangkah mengherankannya orang bodoh yang berlagak bijak. Seolah-olah dia berakal cemerlang. Padahal yang disusurinya jejak hidup fana yang menggantikannya hidup abadi. Dia ganti surga yang seluas langir dan bumi, dengan penjara sempit yang penuh bencana. Dia tukar tempat indah yang dialiri sungai-sungai jernih, dengan tempat menderum unta yang akan rusak. Dia abaikan bidadari cantik laksana yakut dan marjan, dengan perempuan-perempuan kotor berperangai buruk. Dia tinggalkan sungai-sungai arak yang teramat nikmat, dengan minuman najis penghilang akal dan perusak dunia dan agama. Dia tukar nikmatnya memandang wajah Allah Yang Maha Esa, dengan wajah buruk. Dia salin suara merdu-Nya, dengan suara tetabuhan lagu tak jelas. Dia alihkan duduk-duduk santai di hamparan mutiara, yaqut, dan mutu manikam, dengan duduk-duduk bersama orang-orang fasik dan setan.

Wahai calon penghuni surga! Panggilan surga telah bergema. Tak usah khawatir, kalian akan menikmatinya. Kalian akan selalu hidup, tak kan mati selamanya.

Orang-orang bodoh baru akan mengetahui hakikat transaksi ukhrawi ini di hari kiamat. Mereka akan merugi dan menyesal di hari itu. Orang-orang yang bertakwa berkerumun di sekitar Zat Yang maha Pengasih. Sementara para pendosa digiring ke neraka jahanam. Lantas terdengarlah suara pemberi kesaksian yang mengatakan, “Kiranya orang-orang tahu siapa hamba yang paling dimuliakan.”

Para pembangkang tak menyangka kehormatan yang disediakan ini, bahwa keutamaan dan kenikmatan disimpan untuk mereka yang taat. Di akhirat, simpanan itu disiapkan, begitu pun para bidadari yang tak pernah dilihat mata, didengar telinga, dan dibersitkan oleh hati.

Para pembangkang pun tahu barang bawaan macam apa yang hilang dan tak dibawa di akhirat. Semua itu tak ada gunanya bagi kehidupannya. Semua itu dinilai sebagai harta benda yang tak laku.

Sementara itu, ada kelompok lain yang membawa barang bawaan sangat banyak dan takkan rusak dan takkan hilang. Mereka meraih kenikmatan abadi di samping Zat Yang Maha Besar dan Tinggi. Mereka bercengkerama di taman-taman surga. Bersama keluarga, mereka duduk di atas kasur indah berbantalkan kain sutera. Mereka bersenang-senang dengan para bidadari sambil menikmati beraneka rasa buah-buahan.

Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.(Q.S. Az-Zukhruf : 71).

Demi Allah! Panggilan itu telah diserukan. Alangkah mengherankannya jika ada yang justru terlelap tidur, enggan memenuhi panggilan itu. Mengapa mereka tidak bersegera mencari maskawin untuk menyunting dambaan hati itu? Masih terasa nikmatkah kehidupan ini setelah kehidupan indah itu diperdengarkan? Tidakkah para perindu bidadari bergegas menyongsong makhluk-makhluk tercantik itu? Masih tersisakah perempuan lain yang dirindukan selain para bidadari tersebut? masih adakah hal lain yang pantas disandingkan sebagai pengganti selain hal-hal yang maha indah tersebut?

Ciri-ciri orang yang masuk surga tanpa hisab

Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim menyebutkan hadits riwayat Az-Zuhri dari Sa’id ibn Musayyab dari Abu Hurairah RA  yang mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ada serombongan umatku yang masuk surga berjumlah tujuh puluh ribu orang. Wajah mereka bersinar seperti bulan purnama.(HR Bukhari dan Muslim). Ukasyah ibn Mahshan al-Asadi berdiri, lalu memohon, “Ya Rasulullah! Doakan aku menjadi salah seorang dari mereka.” Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah! Jadikanlah ia salah satu dari mereka.” Kemudian seorang Anshar berdiri dan meminta hal serupa. Rasulullah SAW bersabda, “Ukasyah sudah mendahuluimu.”

Imam Bukhari dan Imam Muslim juga menyebutkan dalam kitab Shahih mereka masing-masing sebuah hadits riwayat Sahal dari sa’ad, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Umatku yang masuk surga berjumlah tujuh puluh ribu orang atau tujuh ratus ribu orang. Mereka saling bergandeng tangan hingga semuanya masuk ke surga dari awal sampai akhir. Wajah mereka bersinar seperti bulan purnama.

Itu adalah rombongan pertama yang masuk surga tanpa hisab. Buktinya ada dalam Ash-Shahihain. Redaksinya dari Muslim dari Sa’id ibn Mansur dari Hasyim dari Hushain ibn Abdirrahman yang mengatakan, “Suatu hari, aku bersama Sa’id ibn Jabir. Ia bertanya, ‘Siapa yang melihat bintang jatuh semalam?’ Aku menjawab ‘Aku.’ Aku lalu sampaikan kepadanya, bahwa semalam aku tidak shalat berjamaah karena disengat binatang. “Sa’id menanyakan apa yang kulakukan. Aku jawab bahwa aku melakukan ruqyah. Sa’id menanyakan landasan perbuatanku itu. Aku menjawab bahwa landasanku adalah hadits yang disampaikan oleh Sya’bi. Sa’id pun menanyakan hadits Sya’bi itu. Aku katakan, bahwa Buraidah ibn Hushaib al-Aslami menuturkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Ruqyah hanya dilakukan pada sakit dan demam.’ Sa’id lantas menukas, ‘Alangkah indahnya orang yang bisa mendengar langsung dari Rasulullah. Ibnu Abbas memberitahku, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Diperlihatkan kepadaku banyak umat. Aku melihat seorang nabi dan sekelompok orang. Aku juga melihat seorang nabi bersama satu orang dan dua orang. Ada pula nabi yang tak bersama siapa-siapa. Lalu aku melihat rombongan besar umat manusia. aku menyangka rombongan itu adalah umatku. Ternyata itu Nabi Musa bersama umatnya. Di cakrawala aku melihat rombongan besar pula. Itulah umatku. Di antara mereka ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa ditimbang amal perbuatannya dan tanpa diazab.” Rasulullah SAW bangkit masuk ke dalam rumah beliau. Para sahabat bertanya-tanya tentang kelompok orang yang masuk surga tanpa ditimbang amal perbuatannya. Sebagian menyangka mereka adalah para sahabat Rasulullah SAW. Sebagian lagi menyangka mereka adalah anak-anak yang lahir dalam keadaan Islam dan tidak pernah menyekutukan Allah dengan apa pun. Tak lama kemudian, Rasulullah keluar dan bertanya, “Apa yang kalian perbincangkan?” para sahabat pun menceritakan perbincangan mereka. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang tidak meruqyah, tidak minta diruqyah, dan tidak suka meramal dan selalu bertawakal kepada Allah.” Ukasyah ibn Muhshan berdiri dan memohon, “Doakan aku termasuk di antara mereka.” Rasulullah bersabda, “Engkau termasuk di antara mereka.” Rasulullah bersabda, “Engkau termasuk di antara mereka.” Lalu, ada seorang pria lain berdiri dan mengutarakan permohonan serupa. Namun, Rasulullah SAW bersabda, “Ukasyah sudah mendahuluimu.”

Menurut guru kami (Ibnu Taimiyah), sebagian perawi hadits tersebut keliru. Rasulullah SAW melukiskan orang yang berhak masuk surga tanpa hisab adalah orang yang benar-benar bertauhid. Mereka tidak mengharap kepada selain Allah. Mereka tidak meruqyah dan tidak suka meramal. Sebab, ramalan merupakan kemusyrikan. Seharusnya kita hanya bertawakal kepada Allah. Meninggalkan ruqyah dan ramalan merupakan bentuk tawakkal yang sesungguhnya. Rasulullah bersabda, “Meramal adalah musyrik.” Ibnu Mas’ud mengatakan, “Kita semua meramal. Namun, Allah SWT menggantikan ramalan dengan tawakal.”  Tawakal menghapus ramalan.

Ruqyah merupakan kebaikan. Jibril telah meruqyah Rasulullah SAW (HR Muslim). Rasulullah mengizinkan ruqyah sebagaimana sabdanya, “Ruqyah diperbolehkan asalkan tidak ada kemusyrikan di dalamnya” (HR Muslim). Para sahabat pernah meminta izin Rasulullah untuk meruqyah. Rasulullah bersabda, “Siapapun di antara kalian yang dapat memberi manfaat kepada saudaranya, berilah manfaat kepadanya” (HR Muslim). Karena bermanfaat dan merupakan kebaikan, ruqyah pun disunahkan bahkan didukung oleh Allah dan RasulNya. Peruqyah adalah orang baik. Orang yang diruqyah berharap mendapatkan manfaat dari orang lain. tawakal memang menafikan hal itu.

Ada yang menanyakan, bukankah Aisyah pernah meruqyah Rasulullah, dan Jibril juga pernah meruqyah beliau? Jawabannya betul. Tapi Rasulullah tidak memintanya. Rasulullah memerintahkan kita semua untuk tidak meminta orang lain meruqyah diri kita. Karena dikhawatirkan kita meminta sesuatu kepada yang bukan seharusnya dipinta. Wallahu a’lam.

Di dalam Shahih Muslim terdapat hadits Muhammad ibn Sirin dari Amran ibn Hushain yang mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Umatku yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa diazab berjumlah tujuh puluh ribu orang.” Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka?” Rasulullah SAW bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang tidak pendendam, tidak meminta untuk diruqyah, tidak meramal, dan hanya berserah diri kepada Allah (bertawakal)” (HR Muslim).

Di dalam shahih Muslim juga terdapat hadits riwayat Abu Zubair dari Jabir ibn Abdullah yang mendengar Rasulullah bersabda, “Rombongan pertama yang wajah mereka bersinar seperti seperti bulan purnama selamat. Jumlah mereka tujuh puluh ribu. Mereka tidak dihisab. Rombongan setelah mereka seperti cahaya bintang dari langit. Demikian pula rombongan-rombongan setelahnya” (HR Muslim).

Orang-orang yang berhak mendapatkan kabar gembira

Allah SWT berfirman, “Dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, ‘Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan disana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah : 25)

“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS Yunus : 62-64)

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (Q.S. Fushshilat : 30)

“Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hambaKu. (Yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan merek itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (Q.S. Az-Zumar : 17-18)

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridhaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar.” (Q.S. At-Taubah : 20-22)

“Kamu akan melihat orang-orang zalim itu sangat ketakutan karena (kejahatan-kejahatan) yang telah mereka lakukan, dan (azab) menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hambaNya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.’ Dan barang siapa mengerjakan kebajikan akan Kami tambahkan kebajikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.” (Q.S. Asy_Syura : 22-23)

“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (Q.S. Yasin : 11)

“Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izinNya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu’min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.” (Q.S. Al-Ahzab : 45-47)

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka. Dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menysul mereka. Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan ni’mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (Q.S. Ali Imran 169-171)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (Q.S. At-Taubah : 111)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan : “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami miliki Allah dan sesungguhnya kepada Allahlah kami kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al-Baqarah : 155-157)

“Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (Q.S. Ash-Shaf : 13)

Mengenai surga Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S. Ali Imran : 133)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.” (Q.S. Al-Kahfi : 107)

Rasulullah SAW bersabda, “Ada sepuluh ayat telah diturunkan kepadaku dan barangsiapa menegakkannya akan masuk surga. Ayat tersebut adalah “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka inilah orang-orang yang akan mewarisi.” (Q.S. Al-Mu’minun : 1-10)

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab : 35)

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (Q.S. Ash-Shaf : 10-13)

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (Q.S. An-Nazi’at : 40-41)

Keterangan Al-Quran tentang taqwa berpusat pada tiga hal : iman, taqwa dan berbuat ikhlas karena Allah sesuai dengan sunnah Rasulullah. Orang yang memiliki tiga hal tersebut berhak mendapatkan kabar gembira. Selain mereka tak berhak mendapatkan kabar tersebut. iman bukanlah perkataan saja, namun harus diikuti oleh perbuatan. Orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang beriman kepada takdir baik dan buruk, sedikit dan banyak, zahir dan batin, manis dan pahit, menyenangkan dan menjengkelkan, indah dan jelek, awal dan akhir. Semoga Allah melimpahkan keistiqamahan kepada kita untuk selalu berada di jalan orang-orang yang bertaqwa.

Sumber : Surga yang Allah Janjikan oleh Ibnul Qayyim Al Jauziyyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s