Cinta Abadi

“...Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tiada harganya. Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, ia akan tetap tinggal di bumi...” (Q.S. Ar-Ra’d : 17) Dalam temaram cahaya unggun yang meretih di luar jeruji jendela sempit, Ibnu Taimiyah melihat titik-titik bening di mata para muridnya. Ia tersenyum. Kejernihan di sorot matanya menebar, mendesak gemuruh … Continue reading Cinta Abadi

Advertisements

Bekerja, Betapa Nikmatnya

Kedua tangan ini tercipta untuk bekerja, jika tak disibukkan dalam kerja ketaatan, ia kan tetap bergiat dalam kemaksiatan. (Umar bin Khaththab) Selain Al-hasan kecil, mungkin dia satu-satunya lelaki dewasa yang diteguhkan gelar “Sayyid” bagi dirinya oleh Rasulullah SAW. Kala itu, ia dipapah dalam keadaan yang sangat lemah. Nadi lengannya pecah terkena anak panah, ketika menjagai … Continue reading Bekerja, Betapa Nikmatnya

Rahasia Keajaiban

Lelaki tua itu akhirnya merenggut takdirnya. Roket-roket yahudi mungkin telah meluluhlantakkan tubuh lumpuhnya. Tapi mereka keliru. Sebab nafas cintanya telah memekarkan bunga-bunga jihad di Palestina. Sebuah generasi baru tiba-tba muncul ke permukaan sejarah dan hanya tahu satu kata : jihad. Dan darahnya yang tumpah setelah fajar itu, adalah siraman Allah yang akan menyuburkan taman jihad … Continue reading Rahasia Keajaiban

Mata Air Keluhuran

Kalau benar hati sang raja. Putera mahkotanya ternyata seorang pemuda pemalas. Apatis. Talenta raja-raja tak terlihat dalam pribadinya. Suatu saat sang raja menemukan cara mengubah pribadi puteranya : the power of love, Sang raja mendatangkan gadis-gadis cantik ke istananya. Istana pun seketika berubah jadi taman : semua bunga mekar disana. Dan terjadilah itu. Sesuatu yang … Continue reading Mata Air Keluhuran

Jalan Cinta Para Pejuang

Judul : Jalan Cinta Para Pejuang Penulis : Salim A. Fillah Penerbit : ProU Media di sana, ada cita dan tujuan yang membuatmu menatap jauh ke depan di kala malam begitu pekat dan mata sebaiknya dipejam saja cintamu masih lincah melesat jauh melampaui ruang dan masa kelananya menjejakkan mimpi-mimpi lalu di sepertiga malam terakhir engkau … Continue reading Jalan Cinta Para Pejuang

Umat Muslim Gelombang Kedua

Setelah As-Sabiqun Al-Awwalun, selanjutnya beberapa orang menyusul memeluk agama Islam. Mereka adalah kelompok orang yang masuk Islam gelombang kedua. Diantaranya adalah : Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Abu salamah Abdullah bin Abdul Asad bin Makhzum bin Murrah bin Burrah bin Abdul Muthalib (saudara sepersusuan Rasulullah) Al-Arqam bin Abi Al-Arqam Al-Makhzumi Utsman bin Mazh’un Al-Jamhi Ubaidah bin … Continue reading Umat Muslim Gelombang Kedua

Al-Sabiqun al-Awwalun (Putri-Putri Rasulullah)

Zainab, Ummu Kultsum, Fathimah, dan Ruqayyah masuk Islam segera setelah mendengar seruan ayah mereka. Mereka merupakan putri-putri yang mendapat pengaruh besar dari ayahanda mereka. Memiliki sifat luhur dan istiqamah, mereka sama sekali tidak tersentuh oleh tradisi jahiliyah yang pagan dan suka berbuat dosa. Akibat pengaruh pribadi Rasulullah yang begitu kuat terhadap mereka, tidak diragukan lagi … Continue reading Al-Sabiqun al-Awwalun (Putri-Putri Rasulullah)

Al-Sabiqun al-Awwalun (Zaid bin Haritsah)

Beliau adalah orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan maula (hamba sahaya), anak kesayangan, pembantu sekaligus anak angkat Rasulullah ini bernama lengkap Zaid bin Haritsah Al-Kalabi. Dikisahkan saat orang tuanya datang untuk menebus dirinya dari Rasulullah, Nabi memberikan kebebasan sepenuhnya kepada Zaid untuk memilih. Namun mereka sangat terkejut ketika Zaid memilih untuk tetap tinggal … Continue reading Al-Sabiqun al-Awwalun (Zaid bin Haritsah)

Al-Sabiqun al-Awwalun (Ali & Abu Bakar)

Keislaman Ali bin abi Thalib Setelah mendapat perintah sholat, nabi Muhammad SAW dan Khadijah sering melakukan sholat di rumah. Hal ini dilihat Ali bin abi Thalib, yang kemudian bertanya kepada mereka. “Apa yang kalian kerjakan tadi?” tanya Ali penuh keheranan. “Ali, itu adalah sholat yang menjadi cara kami berdoa kepada Allah,” jawab lembut Rasulullah SAW. … Continue reading Al-Sabiqun al-Awwalun (Ali & Abu Bakar)

Dakwah Secara Sembunyi dan Perintah Sholat

Turunnya wahyu kedua yaitu surat Al-Mudatsir, membuat Rasulullah memasuki tahapan baru dalam berdakwah. Tidak ada lagi waktu bagi Nabi untuk beristirahat dan bersantai hingga akhir hayat. Beliau mulai menyebarkan ajaran Islam secara sembunyi. Cara ini ditempuh karena kaumnya adalah orang-orang yang tidak beragama dan menggunakan pedang sebagai solusi masalah. Strategi ini sangat tepat agar penduduk … Continue reading Dakwah Secara Sembunyi dan Perintah Sholat