Kronologi Sejarah Peradaban Islam Part 4 (Dinasti Abbasiyah)

750-754 (Rabi’ul Akhir 132 H-Dzulhijjah 136 H) Abu Al-Abbas As-Saffah dari marga Bani Hasyim suku Quraisy menduduki jabatan sebagai khalifah pertama Dinasti Abbasiyah Pemerintahan berpusat di Kuffah Mayoritas gubernur As-Saffah diangkat dari kalangan paman-pamannya dan anak-anak pamannya Banyak dilakukan konsolidasi internal dan penguatan pilar-pilar negara Tahun 754 M, As-Saffah terkena cacar dan meninggal dunia 754-775 … Continue reading Kronologi Sejarah Peradaban Islam Part 4 (Dinasti Abbasiyah)

Advertisements

Cordoba : Firdaus yang Hilang

Cordoba dijuluki oleh penulias barat sebagai keajaiban dunia pada era tamadun Islam. Cordoba memiliki seluruh keindahan. Ornamen-ornamennya begitu indah dipandang dan mengagumkan. Jejak kejayaan islam tak hanya meninggalkan bangunan-bangunan megah, namun mewariskan peradaban dan ilmu pengetahuan yang tak ternilai harganya. Secara geografis, Cordoba terletak di provinsi Andalusia, sebelah barat Spanyol. Kota yang awalnya bernama Iberi … Continue reading Cordoba : Firdaus yang Hilang

Baghdad : Metropolis Intelektual Abad Pertengahan

Layaknya New York di Era Modern, Baghdad boleh dibilang sebagai Ibu kota dunia pada abad pertengahan. Ketika Eropa dicengkeram kegelapan, Baghdad justru telah menjelma sebagai pusat peradaban terbesar dan menjadi tanah impian yang begitu memikat. Dibawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah, kota metropolis intelektual itu mencapai masa keemasannya dan telah mewariskan peradaban bagi dunia. Kota yang diberi … Continue reading Baghdad : Metropolis Intelektual Abad Pertengahan

Damaskus : Kota Nan Pemurah dan Dermawan (Part 2)

Ilmuwan Muslim dari Damaskus Abul-Fadl Jaafar ibnu Ali al-Dimishqi Dia adalah ekonom muslim terkemuka di Damaskus dan Suriah. Salah satu karyanya yang fenomenal adalah Kitab Al-ishara ila mahasin al-tijara wa matrifa aljayyid al-atrad wa ra-diha wa ghushush al-mudallisin fiha (buku yang menjelaskan keuntungan bisnis serta pengetahuan kualitas barang bagus dan jelek). Buku itu selesai ditulis … Continue reading Damaskus : Kota Nan Pemurah dan Dermawan (Part 2)

Damaskus : Kota Nan Pemurah dan Dermawan (Part 1)

Suatu hari, penjelajah kondang asal Maroko, Ibnu Battuta (1304-1368) menginjakkan kakinya di Damaskus. Ia begitu kagum melihat kehidupan sosial masyarakatnya yang dermawan dan pemurah. Ketika itu, sederet lembaga amal berdiri untuk meringankan beban bagi orang-orang yang tak punya dan membutuhkan bantuan. Umayyad Square, Damaskus “Semangat sosial masyarakat Damaskus begitu tinggi,” kisah Ibnu Battuta dalam catatan … Continue reading Damaskus : Kota Nan Pemurah dan Dermawan (Part 1)