(Part 5) Penaklukan Suriah (Antiokia)

Kaisar Heraklius dikabarkan telah meninggalkan  Antiokia dan mundur ke Edessa (Raha), untuk kemudian berabjak menuju ibu kota kekaisaran di Konstantinopel yang selama sepuluh tahun terakhir tidak pernah dikunjunginya. Sebelum meninggalkan Antiokia, Heraklius sempat bersujud dan menumpahkan air mata di hadapan gereja agung Antiokia. Ia berkata, “Kedamaian untukmu wahai Suriah”. Ini adalah perpisahan tanpa ada lagi … Continue reading (Part 5) Penaklukan Suriah (Antiokia)

Advertisements

(Part 4) Penaklukan Suriah (Aleppo)

Pasukan Islam bergerak menuju Aleppo. Sebagaimana kota-kota di sepanjang wilayah Suriah lainnya, kota Aleppo telah berusia lebh dari seribu tahun. Kota ini berdiri di atas bukit yang tinggi dan terjal, dikelilingi benteng yang kokoh. Aleppo dibangun oleh kerajaan Amoria pada tahun 1600 SM, sekaligus menjadikannya sebagai ibu kota. Setelah jatuhnya kerajaan Amoria, Aleppo kemudian dikuasai … Continue reading (Part 4) Penaklukan Suriah (Aleppo)

(Part 3) Penaklukan Suriah (Emesa)

Setelah mendengar kejatuhan Damaskus, Kaisar Heraklius segera mundur dari Emesa menuju Antiokia – kota terbesar Suriah di sebelah Utara, di perbatasan Suriah dan Asia Minor. Sementara itu di puncak musim dingin Suriah, Maret 635 M, pasukan Islam pimpinan Abu Ubaidah dan Khalid bergerak ke utara menuju Emesa. Mereka melewati Baalbek (Heliopolis), daerah subur dan hijau … Continue reading (Part 3) Penaklukan Suriah (Emesa)

(Part 2) Penaklukan Suriah (Fihl)

Setelah Damaskus dikuasai, Abu Ubaidah, Khalid, Syarhabil, Amr, dan pasukan Islam lainnya bergerak ke selatan menuju Fihl, sebuah kota kecil di lembah Baisan, beberapa kilometer di selatan Danau Tiberias yang menjadi salah satu wilayah utama Yordania. Fihl dilewati aliran sungai Yordan yang deras, yang menghubungkan Danau Tiberias dengan Laut Mati. Ketika mengetahui pasukan Islam datang … Continue reading (Part 2) Penaklukan Suriah (Fihl)